<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.sutarmo.web.id</title>
	<atom:link href="http://sutarmo.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sutarmo.web.id</link>
	<description>Selalu Berbagi Dengan Sesama Menuju Kebaikan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 16:20:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Elang Gumilang, Mahasiswa Beraset Milyaran</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/02/09/elang-gumilang-mahasiswa-beraset-milyaran/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/02/09/elang-gumilang-mahasiswa-beraset-milyaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 16:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreanur]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Ketika nonton Kick Andy yang menghadirkan para pengusaha muda yang bisa dibilang ‘berhasil’ pada 11 maret 2011 lalu, saya tertarik untuk mencari biografinya. Profilnya bisa menggugah para generasi muda agar bisa mengoptimalkan potensi, tidak hanya bisa hura-hura dan foya-foya saja. Sebagaimana pesan nabi Muhammad SAW,”Gunakan masa muda sebelum tua“.Dari pencarian di internet, berikut adalah salah &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/02/09/elang-gumilang-mahasiswa-beraset-milyaran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" src="http://cdn-u.kaskus.us/43/cywtdbuz.jpg" alt="" width="320" height="253" />Ketika nonton Kick Andy yang menghadirkan para pengusaha muda yang bisa dibilang ‘berhasil’ pada 11 maret 2011 lalu, saya tertarik untuk mencari biografinya. Profilnya bisa menggugah para generasi muda agar bisa mengoptimalkan potensi, tidak hanya bisa hura-hura dan foya-foya saja. Sebagaimana pesan nabi Muhammad SAW,”<em>Gunakan masa muda sebelum tua</em>“.Dari pencarian di internet, berikut adalah salah satu liputannya:</p>
<p><strong>*Elang Gumilang, Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi Keseimbangan Hidup*</strong></p>
<p>Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa<br />
dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang<br />
membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang<br />
Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi<br />
ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki<br />
rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk<br />
orang miskin. Apa yang mendasarinya?</p>
<p><span id="more-201"></span>Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat<br />
lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari<br />
itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita<br />
melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan<br />
kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang<br />
Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil<br />
duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini,<br />
langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB.<br />
Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan<br />
menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah<br />
bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60<br />
meter persegi itu adalah perumahan yang didirikannya yang diperuntukan<br />
khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas mengitari perumahan, Elang<br />
mengajak Realita untuk melanjutkan obrolan di kantornya.</p>
<p>Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh<br />
(55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada,<br />
yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu<br />
rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala<br />
sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa<br />
rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT..</p>
<p>Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah<br />
mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat<br />
lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak<br />
kesayangan guru-gurunya.</p>
<p>Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor,<br />
Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini<br />
mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan.<br />
“Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu<br />
yang bisa dicapai secara instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri<br />
mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam<br />
hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai<br />
kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia<br />
pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta<br />
untuk modal kuliahnya kelak.</p>
<p><strong>Berjualan Donat.</strong></p>
<p>Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai<br />
berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia<br />
mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk<br />
kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari<br />
hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu.<br />
Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini<br />
tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir<br />
Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka<br />
khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir,” jelas pria<br />
pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.</p>
<p>Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan<br />
cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas<br />
Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa,<br />
Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas<br />
Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang<br />
juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap<br />
perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.</p>
<p>Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB<br />
(Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB<br />
(Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang<br />
akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah<br />
menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa<br />
tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan<br />
uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa<br />
musibah yang dialaminya tersebut.</p>
<p>Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya<br />
bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp<br />
1 juta itu ia belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat<br />
usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi<br />
setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa<br />
mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per satu<br />
pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu, Elang<br />
memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.</p>
<p>Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis<br />
apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia<br />
akan gunakan untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis<br />
ayam potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di<br />
kampusnya. “Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak<br />
lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang<br />
menggiurkan,” paparnya. Karena tidak punya modal banyak, Elang menggunakan</p>
<p>strategi Aristotle Onassis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis</p>
<div>sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Aristotle<br />
Onassis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di<br />
Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis<br />
selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak<br />
memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari,<br />
pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu<br />
selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu<br />
menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar<br />
dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban<br />
dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel<br />
kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha<br />
Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di<br />
kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka,<br />
jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan<br />
lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah<br />
proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15<br />
juta,” ucapnya bangga.Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang<br />
mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di<br />
bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke<br />
warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan<br />
puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke<br />
warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim<br />
minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang<br />
kembali mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan<br />
harinya. Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga<br />
mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya<br />
sering ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.</p>
<p>Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari<br />
pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk<br />
minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa<br />
berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis<br />
yang tidak menggunakan otot.</p>
<p>Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga<br />
Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif<br />
apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau<br />
kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia<br />
patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu<br />
sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk<br />
mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara<br />
profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas<br />
Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.</p>
<p>Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan<br />
hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai<br />
marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya<br />
hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.</p>
<p><strong>Bangun Rumah Orang Miskin.</strong></p>
<p>Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak<br />
suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu<br />
Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik<br />
keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia<br />
mulai merenungi kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB<br />
hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi<br />
yang saya cari di dunia ini?” batinnya.</p>
<p>Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan<br />
jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat<br />
itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan<br />
oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat<br />
istikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam tidur<br />
saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di<br />
Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat<br />
bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang membuat?”<br />
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. “Saya pun<br />
kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti,” ujarnya.</p>
<p>Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan<br />
di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai<br />
tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu<br />
membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani<br />
sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih<br />
besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.</p>
<p>Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya<br />
atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang<br />
terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal<br />
di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi<br />
rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh<br />
dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di<br />
kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya<br />
kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai<br />
sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.</p>
<p>Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang,<br />
kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga<br />
kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan<br />
terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan<br />
sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong<br />
untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka<br />
ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan<br />
Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak<br />
punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk<br />
patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai<br />
membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin<br />
berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu.<br />
Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah<br />
bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.</p>
<p>Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe<br />
36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut<br />
ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya<br />
dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun,<br />
mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.</p>
<p>Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya<br />
mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap<br />
awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi<br />
fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam,<br />
angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat<br />
dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah,<br />
kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha<br />
(TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.</p>
<p><strong>Sisihkan 10 Persen.</strong></p>
<p>Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak<br />
lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan<br />
diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam<br />
setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. “Uang<br />
yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan)<br />
pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang<br />
yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada<br />
hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen<br />
dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan<br />
bahkan tahunan kepada fakir miskin.</p>
<p>Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah<br />
kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika<br />
dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.</p>
<p>Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses<br />
dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan<br />
dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua<br />
anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia<br />
dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal.<br />
Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia<br />
itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. “Kita<br />
hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi<br />
catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan<br />
sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,” ucapnya berfilosof. Ketika<br />
seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal<br />
orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain<br />
sebagainya.</p>
<p>Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan<br />
gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa<br />
padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari<br />
peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika<br />
malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid.<br />
“Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang<br />
berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai<br />
mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat<br />
Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya merendah.</p>
<p>Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran<br />
yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga<br />
tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. “Dalam<br />
halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah.<br />
Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung<br />
kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat<br />
mati,” ujarnya.</p>
<p>Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib”<br />
Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di<br />
ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama<br />
ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi<br />
dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa “ghaib”?,<br />
sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi<br />
padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.</p>
<p>Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya.<br />
Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah<br />
langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan<br />
mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah<br />
mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya,<br />
karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan<br />
cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya.<br />
Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.</p>
<p>Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian<br />
tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu<br />
pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia<br />
tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa<br />
wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan<br />
dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang<br />
anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang<br />
merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di<br />
hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal<br />
di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskan<br />
Elanglah yang menjadi juaranya. Padahal kalau diukur secara omset,<br />
pendapatannya berbeda jauh dengan para pengusaha lainnya.</p>
<p>Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta,<br />
ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu,<br />
terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih<br />
luas.</p>
<p><strong>Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang</strong></p>
<p>Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan<br />
mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami<br />
hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa<br />
biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal,<br />
prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan<br />
rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi<br />
perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan<br />
daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.</p>
<p>Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah<br />
semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman,<br />
masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman.<br />
Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.</p>
<p>Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi<br />
Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan<br />
100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah<br />
ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan<br />
meraih kemuliaan dunia serta akhirat.</p>
<p>Asalnya:http://greensand.wordpress.com/</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/02/09/elang-gumilang-mahasiswa-beraset-milyaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Tukang Sampah Indonesia di Stasiun Televisi Inggris</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/01/30/kisah-tukang-sampah-indonesia-di-stasiun-televisi-inggris/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/01/30/kisah-tukang-sampah-indonesia-di-stasiun-televisi-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 09:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[tukang sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[London (ANTARA) -Laporan mengenai kisah tukang sampah Jakarta yang disebut sebagai kota dengan pertumbuhan kota yang cukup pesat di dunia ditayangkan stasiun televisi Inggris BBC2, Minggu malam. Laporan wartawan BBC London berjudul &#8220;Toughest Place to be a binman,&#8221; membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta menarik perhatian masyarakat Indonesia tidak saja di Inggris tetapi juga &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/01/30/kisah-tukang-sampah-indonesia-di-stasiun-televisi-inggris/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="Sampah" src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/pITef1puc3JcqLk3GfyIeg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMjk7cT04NTt3PTQwMA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/antara/20120130101908-tukangsampah.jpg" alt="" width="286" height="235" />London (ANTARA) -Laporan mengenai kisah tukang sampah Jakarta yang disebut sebagai kota dengan pertumbuhan kota yang cukup pesat di dunia ditayangkan stasiun televisi Inggris BBC2, Minggu malam.</p>
<p>Laporan wartawan BBC London berjudul &#8220;Toughest Place to be a binman,&#8221; membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta menarik perhatian masyarakat Indonesia tidak saja di Inggris tetapi juga di Brussel,dan Amerika Serikat yang bisa menyaksikan tayangan tersebut melalui BBC Iplayer.</p>
<p>Selama satu jam laporan mengenai kisah Imam, tukang sampah di Jakarta yang bekerja mengumpulkan sampah setiap harinya dengan gerobaknya sementara diawal tayangan, tukang sampah dari Inggris Wilbur Ramirez mengunakan truk dan bekerja dengan dua rekannya. <span id="more-198"></span></p>
<p>Dalam laporan mendalamnya itu, BBC London membandingkan bagaimana kerja tukang sampah yang dikenal dengan binman di Inggris dengan tukang sampah di Jakarta yang sangat jauh berbeda dilihat dari berbagai segi bahkan kesehatan dan keselamatan.</p>
<p>Bahkan Wilbur Ramirez, ayah dua anak itu pun hidup bersama Imam dan keluarganya di perkampungan miskin ditengah tengah kehidupan kota Jakarta yang kaya dan sangat timpang antara yang kaya dan miskin.</p>
<p>Wilbur Ramirez, selama 10 hari, mengikuti Imam bekerja mengumpulkan sampah di kota yang disebutkan sebagai kota yang padat penduduk dan sampah menjadi masalah besar.</p>
<p>&#8220;Kamu bekerja dengan siapa saja,&#8221; tanya London binman Wilbur Ramirez kepada Imam yang dijawab ia bekerja sendiri mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah.</p>
<p>Menangis</p>
<p>Melihat kehidupan Iman, ternyata Wilbur seringkali merasa terharu dan bahkan meneteskan air mata, mana mungkin dengan gaji yang tidak seberapa Imam dapat hidup bersama anak dan istrinya meskipun mereka sama-sama bekerja sebagai tukang sampah selama lima tahun .</p>
<p>Zulindatando Berry Natalegawa menulis di laman facebook nya menulis &#8220;sediiiiiih banget liat acara di BBC 2 di London hari ini acara seorang bin man London ke Jakarta berbagi pengalaman&#8221;.</p>
<p>&#8220;Sangat memalukan sekali kota Jakarta ternyata sangat kotor dan masih terbelakang sekali cara kerjanya,&#8221; ujar istri Berry Natalegawa, kakak Menlu Marty Natalegawa.</p>
<p>Menurut Linda, demikian Zulindatando Berry Natalegawa, biasa disapa seharusnya para pejabat malu menyaksikan acara yang menjadi perhatian masyarakat di Inggris.</p>
<p>&#8220;Apa enggak malu? malah wakil rakyat seenak enaknya ambil uang rakyat apa lagi pemimpin Negara yang tidak peduli sangat memalukan, semoga Allah bukakan mata dan telinga para pemimpin negara ini,&#8221; ujar Linda yang bekerja di Kedutaan Besar Brunei Darussalam di London dan merekam program tersebut dan akan membawa ke Jakarta.</p>
<p>Dalam laporannya disebutkan Wilbur pun ikut mengumpulkan sampah dan bahkan menjajal melakukannya seorang diri dari rumah ke rumah.</p>
<p>&#8220;Sampah&#8230;&#8230;..,&#8221; teriak ayah dua anak yang istrinya tidak merasa malu kalau suaminya menjadi tukang sampah.</p>
<p>Wilbur pun tidak dapat membendung air matanya ketika berkisah bagaimana kehidupan Iman dengan keluarganya yang tidak tersentuh oleh pelayanan kesehatan.</p>
<p>Dari dunia kesehatan dan keselamatan sadar pengelolaan limbah Inggris, Wilbur pun merasa takjub bagaimana sampah yang menumpuk di Bantargerbang dan dikerumuni oleh para pemulung tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka.</p>
<p>&#8220;Nangis aku nontonnya&#8230;..bukan nangisin tukang sampah Inggris, tetapi rakyat kita yang kerja mengais-ngais sampah,&#8221; ujar Yanti Hitalessy.</p>
<p>Laporan dari BBC itu pun menjadi bahan diskusi di laman facebook yang antara lain disebut oleh Lies Parish meskipun sama berprofesi sebagai tukang sampah atau binmen namun pekerjaan dan kehidupan mereka sungguh jauh berbeda.</p>
<p>Bahkan London binmen pun sampai menangis menyaksikan bagaimana tukang sampah di Jakarta, ujar Lies Parish yang lebih dari 14 tahun menetap di Inggris.</p>
<p>Hamiyah Panama, ibu Amelie yang pernah menetap di Inggris dan kini tinggal di Brussel yang juga menyaksikan tayangan tersebut mengakui bahwa acara benar-benar kontras kehidupan di sana, miris.</p>
<p>Begitupun yang ditulis Tjatri Dwimunali yang tinggal di Bristol menulis tukang sampah di Inggris yang ikut bekerja sebagai tukang sampah di Jakarta pun merasa prihatin akan nasib tukang sampah di Jakarta, dan bahkan sering menangis melihat keadaan tukang sampah di Jakarta.</p>
<p>Diakhir laporan Wilbur yang tidak dapat membayangkan perjalanan kehidupan Imam dengan gaji yang tidak seberapa itu menemukan kehidupan Imam yang mendominasi, dan ketidakberdayaannya untuk mengubah keadaannya.</p>
<p>Pada akhirnya setelah Wilbur berbicara dengan ketua RT yang minta agar Imam mendapat kenaikan gaji pun dapat dikabulkan.</p>
<p>Sumber : http://id.berita.yahoo.com/kisah-tukang-sampah-indonesia-di-stasiun-televisi-inggris-024033143.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/01/30/kisah-tukang-sampah-indonesia-di-stasiun-televisi-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Keampuhan Sholawat Nariyah</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/01/16/mengenal-keampuhan-sholawat-nariyah/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/01/16/mengenal-keampuhan-sholawat-nariyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 23:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/01/16/mengenal-keampuhan-sholawat-nariyah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.</p>
<p>Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.</p>
<p><span id="more-196"></span>Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.</p>
<p>Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.</p>
<p>Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba&#8217; (mengikuti) ajaran syekh.</p>
<p>Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.</p>
<p>Inilah bacaan sholawat nariyah yang terkenal itu :</p>
<p>&#8220;Allohumma sholli shollatan kamilah wa sallim salaman. Taman &#8216;ala sayyidina Muhammadiladzi tanhallu bihil &#8216;uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro &#8216;ibu wa husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa &#8216;ala aalihi washosbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi&#8217;adadi kulli ma&#8217;luu mi laka ya robbal &#8216;aalamiin&#8221;</p>
<p>Artinya :</p>
<p>&#8220;Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam&#8221;</p>
<p>Catatan :</p>
<p>Bagi yang setuju dengan artikel ini jangan memancing teman-teman yang tidak sepaham dengan tulisan ini dan sebaliknya, karena insya allah kita semua sama-sama sedang belajar untuk akhirat nanti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/01/16/mengenal-keampuhan-sholawat-nariyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Perlu Bershalawat ?</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/mengapa-kita-perlu-bershalawat/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/mengapa-kita-perlu-bershalawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 23:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Mengaji]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56) Allah telah mengutus nabi Muhammad dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk menyampaikan risalah. Ia telah menjadikannya rahmat bagi seluruh alam dan pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa serta menjadikannya orang yang dapat memberi &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/01/14/mengapa-kita-perlu-bershalawat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="Shalawat Nabi" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/217685_160681023991916_136283843098301_351588_5684066_n.jpg" alt="" width="295" height="308" />“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)</p>
<p>Allah telah mengutus nabi Muhammad dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk menyampaikan risalah. Ia telah menjadikannya rahmat bagi seluruh alam dan pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa serta menjadikannya orang yang dapat memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Maka seorang hamba harus taat kepadanya, menghormati dan melaksanakan hak-haknya.</p>
<p>Dengan segala jasa beliau kepada umat manusia, lalu Allah menyebutkan tindakan yang pantas untuk dilakukan kepada belliau, yakni mengucapkan shalawat. Allah swt berfirman:</p>
<p>“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)</p>
<p><span id="more-194"></span>Banyak pendapat tentang pengertian Sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam, dan yang benar adalah seperti apa yang dikatakan oleh Abul Aliyah: “Sesungguhnya Sholawat dari Allah itu adalah berupa pujian bagi orang yang bersholawat untuk beliau di sisi malaikat-malaikat yang dekat” -Imam Bukhari meriwayatkannya dalam Shohihnya dengan komentar yang kuat- Dan ini adalah mengkhususkan dari rahmat-Nya yang bersifat umum. Pendapat ini diperkuat oleh syekh Muhammad bin ‘Utsaimin.</p>
<p>Salam: Artinya keselamatan dari segala kekurangan dan bahaya, karena dengan merangkaikan salam itu dengan sholawat maka kitapun mendapatkan apa yang kita inginkan dan terhapuslah apa yang kita takutkan. Jadi dengan salam maka apa yang kita takutkan menjadi hilang dan bersih dari kekurangan dan dengan sholawat maka apa yang kita inginkan menjadi terpenuhi dan lebih sempurna.</p>
<p><strong>Hukum BershalawatKepada Nabi SAW</strong></p>
<p>Kaidah ushul menyebutkan, asal perintah adalah untuk menunjukkan kewajiban. Dengan adanya kaidah ini, perintah Allah untuk bershalawat di dalam surat al-Ahzab bisa difahami sebagai sebuah kewajiban. Namun di sini para ulama’ berbeda pendapat tentang kapan pelaksanaan kewajiban ini. Ada di antara mereka mengatakan kewajibannya adalah sekali dalam seumur hidup. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa shalawat di dalam tasyahhud adalah wajib. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Qodhi Abu Bakar bin Bakir berkata: “Allah swt telah mewajibkan makhluk-Nya untuk bersholawat dan salam untuk nabi-Nya, dan tidak menjadikan itu dalam waktu tertentu saja. Jadi yang wajib adalah hendaklah seseorang memperbanyak sholawat dan salam untuk beliau dan tidak melalaikannya.” Dan ada pula yang mengatakan bahwa perintah di dalam ayat di atas dimaknai dengan sunnah saja.</p>
<p><strong>Saat-Saat Yang Disunnahkan Membaca Sholawat Untuk Nabi saw</strong></p>
<p>Di dalam kitab Jila’ul Afham, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menyebutkan 40 tempat yang disunnahkan untuk mengucapkan shalawat. Di antaranya adalah sebagai berikut;</p>
<p><strong>1- Sebelum berdoa</strong>, sebagaimana disebutkan oleh Fadhalah bin ‘Abid: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya: “Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” [H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]</p>
<p><strong>2- Ketika menyebut,</strong> mendengar dan menulis nama beliau, berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw:</p>
<p>“Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat untukku.” [H.R. Tirmidzi dan Hakim]</p>
<p><strong>3- Dianjurkan memperbanyak shalawat Nabi pada hari Jum’at,</strong> sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari ‘Aus bin ‘Aus: “Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>“Sesungguhnya di antara hari-hari yang paling afdhal adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah sholawat untukku pada hari itu, karena sholawat kalian akan sampai kepadaku……” [R. Abu Daud, Ahmad dan Hakim]</p>
<p><strong>4- Ketika masuk dan keluar masjid,</strong> sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan dari Fatimah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Bila anda masuk mesjid, maka ucapkanlah: ”Dengan nama Allah, salam untuk Rasulullah, ya Allah sholawatlah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, ampunilah kami dan mudahkanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu.” “Dan bila keluar dari mesjid maka ucapkanlah itu, tapi (pada penggalan akhir) diganti dengan: “Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu.” [H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi]</p>
<p><strong>5. Ketika Shalat jenazah</strong></p>
<p>Disyari’atkan bershalawat pada shalat jenazah setelah takbir yang kedua didasarkan atas hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, bahwa beliau diberitahu oleh seorang shahabat nabi; Bahwa sunnah di dalam shalat bagi mayat adalah imam bertakbir, kemudian membaca Fatihatul Kitab (surat al-Fatihah) setelah takbir pertama, kemudian bershalawat kepada Nabi saw (Hadis Shahih, diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan yang lainnya)</p>
<p><strong>Cara Bershalawat kepada Rasulullah</strong></p>
<p>Di dalam firman Allah di atas, Allah memerintahkan agar dalam bershalawat diikuti dengan salam, “Bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56) Berdasarkan ayat tersebut yang utama adalah dengan menggandengkan shalawat dan salam, seperti shallallahu ‘alaihi wasallam. Inilah bentuk shalawat dan salam untuk beliau saw secara umum. Maka tidak benar kalau mengucapkan salam kepada Rasulullah saw tanpa diikuti dengan shalawat, atau shalawat tanpa salam, seperti ‘alaihis salam atau allahumma shalli ‘alaih saja.</p>
<p>Selain dalam makna umum, shalawat harus terdiri dari shalawat dan salam, Rasulullah teleh memberikan contoh bacaan shalawat secara khusus, di dalam hadis disebutkan, dari Abi Hamid As-Sa’id -Radhiyallahu ‘Anhu- berkata: “Mereka bertanya: “Ya Rasulullah bagaimana kami bersholawat untukmu? Beliau menjawab: “Katakanlah :</p>
<p>?????????? ????? ????? ????????? ????????????? ?????????????? ????? ????????? ????? ??? ???????????? ????????? ????? ????????? ????????????? ?????????????? ????? ????????? ????? ??? ???????????? ??????? ??????? ???????</p>
<p>“Ya Allah! Berilah sholawat untuk Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberi sholawat untuk Ibrahim. Berkatilah Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” [Muttafaqun ‘Alaihi]</p>
<p>Selain bacaan shalawat tersebut, masih ada beberapa riwayat lain yang menyebutkan bacaan shalawat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw.</p>
<p><strong>Celaan Bagi Yang Tidak Bersholawat Untuk Nabi.</strong></p>
<p>Mengingat benyaknya jasa Rasul kepada kita, tentu layak kalau kita mendo’akan beliau. Terlebih lagi karena do’a itu bukan untuk beliau sendiri, tetapi untuk kita sendiri. Sebab ketika kita mengucapshalawat, banyak keutamaan yang diberikan kepada kita. Maka orang yang tidak mau mengucap shalawat kepada Nabi saw adalah sebuah tindkan kurang ajar, sekaligus sombong. Setidaknya kekurangajaran itu digambarkan di dalam riwayat dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah saw bersabda: “Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.” [H.R. Nasa’i, Tirmidzi dan Thabaraniy]</p>
<p>Setelah Saudara memahami akan tujuan dan maksud Bershalawat….Silahkan amalkan shalawat yang ada pada BLOG ini….</p>
<p>Pesan Admin:</p>
<p>Bershalawatlah semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah semata melalui penunjukkan rasa hormat dan cinta kita pada baginda Nabi Muhammad SAW… dengan begitu kita takkan rugi walaupun apa yang kita cita-citakan tidak diberikan Allah di dunia, karena akhirat lebih baik dari kehidupan yang sekarang.</p>
<p>Percayalah…pengorbanan waktu dan tenaga saudara dalam mengamalkan shalawat tidak akan sia-sia, karena Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi kita.</p>
<p>http://riyadulmubtadiin.wordpress.com/forum-tanya-jawab/</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/mengapa-kita-perlu-bershalawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lafadz-lafadz Shalawat dan Penjelasannya</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/lafadz-lafadz-shalawat-dan-penjelasannya/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/lafadz-lafadz-shalawat-dan-penjelasannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 23:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Mengaji]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berbagai sumber, baik hadis maupun keterangan para ulama yang termuat dalam kitab-kitab kuning (istilah santri bagi kitab yang kertasnya berwama kuning) banyak sekali lafazh-lafazh shalawat. Seperti yang terhimpun dalam kitab Muktashar fî Ma’ânî Asmâ Allâh al-Husnâ, dalam bâb Ash-Shalâh ‘alâ al-Nabi, karangan Al-Ustâdz Mahmûd al-Sâmî, dan kitab Afdhalu al-Shalawâti ‘alâ Sayyidi al-Sâdâti, karangan Yûsuf &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/01/14/lafadz-lafadz-shalawat-dan-penjelasannya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V7ddbgRJHkk/SZzcxD8g_AI/AAAAAAAAACM/x8y44OLCWlQ/s320/Muhammad.jpg" alt="http://3.bp.blogspot.com/_V7ddbgRJHkk/SZzcxD8g_AI/AAAAAAAAACM/x8y44OLCWlQ/s320/Muhammad.jpg" width="256" height="200" border="0" />Dalam berbagai sumber, baik hadis maupun keterangan para ulama yang termuat dalam kitab-kitab kuning (istilah santri bagi kitab yang kertasnya berwama kuning) banyak sekali lafazh-lafazh shalawat. Seperti yang terhimpun dalam kitab <em>Muktashar fî Ma’ânî Asmâ Allâh al-Husnâ,</em> dalam <em>bâb Ash-Shalâh ‘alâ al-Nabi, karangan Al-Ustâdz Mahmûd al-Sâmî</em>, dan kitab <em>Afdhalu al-Shalawâti ‘alâ Sayyidi al-Sâdâti</em>, karangan Yûsuf bin Ismâ’îl al-Nabhânî. Untuk itu dibawah ini adalah sebagian lafazh-lafazh shalawat tersebut baik yang bersumber dari hadis maupun kitab-kitab, berikut penjelasannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="70" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-188"></span>Artinya:<em> “Ya A</em><em>llah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.” </em>(HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/002-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="66" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.”</em> (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="100" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat oleh-Mu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasanya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.”</em> (HR. Bukhârî dari Abû Sa’îd, Ka’ab Ibn ‘Ujrah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/004-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="67" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, Sebagaimana Engkau telah memuliakan Ibrahim; dan berilah berkat oleh-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.”</em> (HR. Al-Bukhârî dan Abû Sa’îd).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="102" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagajmana Engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepadq Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada keluarga Ibrahim: bahwasanya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia.”</em> (HR. Al-Bukhârî dari Abû Hamîd Al-Sa’îdi).</p>
<p>Berkata Al-Nawâwî dalam Al-Adzkâr: “lafazh sha-lawat yang paling utama dibaca, ialah lafazh shalawat yang lengkap ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/006-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="148" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad hamba-Mu dan pesuruh-Mu, Nabi yang ummi dan muliakanlah oleh-Mu akan keluarga Muhammad, jsleri-isterjnya dan keturunannya sebagajmana Engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarganya; dan berilah berkat oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang ummi dan akan keluarganya, isteri-isterinya dan keturunannya, se-bagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada Ibrahim dan keluarganya, diserata alam, hanya engkau sajalah yang sangat terpuji dan sangat mulia.” </em></p>
<p>Lafazh-lafazh shalawat yang ringkas, ialah lafazh-lafazh yang diriwayatkan oleh Abû Dâud dan Al-Nasâ’i, yaitu :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007-Shalawat1.gif" alt="" width="240" height="36" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.”</em> (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/008-Shalawat1.gif" alt="" width="300" height="34" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad Nabi yang ummi dan akan keluarganya.” </em>(HR. Abû Dâud dari ‘Uqbah bin ‘Amir).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/009-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="105" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Wahai Tuhanku, limpahkanlah kiranya shalawat-shalawat-Mu dan rahmat-Mu serta berkat-Mu atas peng-hulu segala Rasul, ikutan segala orang yang taqwa, pe-nutup semua Nabi, yaitu: Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, imam segala kebajikan, pemimpin kebaikan dan utusan pembawa rahmat. Wahai Tuhanku, tempatkanlah dia pada suatu maqam yang dirindukannya oleh orang yang dahulu.”</em> (HR. Ibnu Mâjah dari ‘Abdullah Ibn Mas’ûd).</p>
<p>Berkata Al-Sayuthî dalam Al-Hirz al-Ma’ânî: “Saya telah membaca keterangan Al-Subkî yang diterimanya dari ayahnya di dalam Al-Thabaqat, katanya: Sebaik-baiknya shalawat untuk dibaca dalam bershalawat, ialah bunyi shalawat yang dibaca di dalam tasyahhud (yang diriwayat-kan oleh Bukhârî dan Muslim). Maka barangsiapa mem-bacanya, dipandanglah ia telah bershalawat dengan sem-purna, dan barangsiapa membaca selainnya, maka mereka tetap berada dalam keraguan, karena bunyi lafazh-lafazh yang diriwayatkan oleh Bukhârî Muslim itu, adalah lafazh shalawat yang sering diajar oleh Nabi sendiri dan yang sering disuruh supaya kita membacanya.”</p>
<p>Dalam tasyahud akhir, Imam Syâfi’i r.a. menganggap shalawat atas Nabi Saw. sebagai salah satu dari rukun salat. Beliau biasa memakai shalawat sebagai berikut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/010-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="135" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada jun-junan kami, Muhammad, dan kepada keluarga junjunan kami, Muhammad, sebagaimana Engkaau telah melimpahkan shalawat kepada junjunan kami Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkatilah pula junjunan kami Muhammad, dan keluarga junjunan kami, Muhammad, sebagai-mana Engkau telah memberkati junjunan kami, Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” </em><br />
Selain itu, beliau juga suka memakai sighat shalawat lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Al-Muwattha’. Shalawat di atas juga diriwayatkan oleh Abû Dâud, Al-Turmudzî, Al-Nasâ’i, dan Al-Bayhaqi dari Ibn Mas’ûd, dengan ditambah lafal Sayyidinâ untuk Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim.</p>
<p>Tambahan lafal sayyidina boleh jadi sebagai adab dari beliau atau mungkin pula mengikuti ucapan Rasulullah Saw. dalam salah satu sabdanya yang mengatakan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011-Shalawat1.gif" alt="" width="130" height="34" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Berdirilah kalain untuk menyebut sayyid (penghulu) kalian! ” </em></p>
<p>Rasulullah Saw. juga bersabda, ditunjukan kepada Sa’ad bin Mu’adz:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/012-Shalawat1.gif" alt="" width="180" height="39" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Aku adalah sayyid (penghulu) manusia dan tidak sombong”. </em></p>
<p>Dalam hal ini Imam Syâfi’î r.a., telah mengamalkan shalawat yang dianggap oleh beliau paling sahih sanadnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013-Shalawat1.gif" alt="" width="110" height="33" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Semoga Allah Swt. Mencurahkan shalawat kepada Muhammad “</em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Imam Al-Sya’rânî menuturkan bahwa Nabi Saw. Bersabda:</p>
<p>“Barangsiapa yang membaca shalawat ini, berarti ia telah membukakan bagi dirinya tujuh puluh pintu rahmat, dan ditanamkan Allah kecintaan kepada dirinya dalam hati umat manusia.”<br />
Diceritakan, seorang penduduk negeri Syam datang meng-hadap Rasulullah Saw seraya berkata, “Ya Rasulullah, ayah saya sudah sangat tua, namun beliau ingin sekali melihat Anda.”<br />
Rasulullah menjawab, “Bawa dia kemari!”<br />
Orang itu berkata, “la buta, tidak bisa melihat.”<br />
Rasulullah lalu bersabda, “Katakanlah kepadanya supaya ia mengucapkan Shallallâhu ‘alâ Muhammdin selama tujuh minggu setiap malam. Semoga ia akan melihatku dalam mimpi dan dapat meriwayatkan hadis dariku.”<br />
Anjuran Rasulullah itu ditruti oleh orang tersebut. Benar saja, ternyata ia bisa bermimpi melihat Rasulullah Saw. Serta meriwayatkan hadis dari beliau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/014-Shalawat1.gif" alt="" width="240" height="36" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan Keluarganya.”</em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa yang meng-ucapkan Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa Sallim ketika ia berdiri, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia duduk. Barangsiapa yang mengucapkannya ketika duduk, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia berdiri. “</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/015-Shalawat1.gif" alt="" width="320" height="33" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah Shalawat atas Muhammad, hamba dan nabi-Mu, nabi yang ummi.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Ihyâ’ mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku pada malam Jumat se-banyak delapan puluh kali, Allah akan mepgampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun.”<br />
Kemudian ditanyakan, “Ya Rasulullah, bagaimana cara memberi shalawat kepadamu itu?”<br />
Rasulullah menjawab, ‘Allâhumma shalli ‘alâ Muhamadin ‘abdika wa Nabiyyika al-Nabiyyi al-Ummî.”<br />
Diriwayatkan bahwa, barangsiapa yang membacanya setiap hari dan setip malam sebanyak 500 kali, niscaya dia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Nabi Saw. dalam keadaan sadar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/016-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="100" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah sealawat atas Muham-mad dan kelurga Muuhammad sehingga tidak tersisa lagi satu shalawat pun; sayangilah Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu rahmatpun; berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu berkahpun; dan limpahkanlah kese-jahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sehingga tidak lagi tersisa satu kesejahteraan pun.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Al-Fasi berkata, “Shalawat ini disebutkan oleh Jabar dari sahabat Ibn ‘Umar r.a. Disebutkannya pula keutamaan yang besar dari shalawat ini dan kebajikan bagi seorang laki-laki yang mengucapakannya dihadapan nabi Saw.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/017-Shalawat1.gif" alt="" width="370" height="31" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad, dan tempatkanlah ia ditempat yang dekat dengan-Mu di Hari Kiamat.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dikemukakan oleh Al-Thabrânî, Ahmad, Al-Bazzar, dan Ibn ‘Ashim dari sahabat Ruwayfi bin Tsabit al-Anshari. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku dengan shalawat ini, berarti ia berhak mendapatkan syafa’atku.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/018-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="66" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada ruh Muhammad di alam ruh, kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Imam Al-Sya’rânî menutrkan bahwa Nabi Saw. telah ber-sabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat atasku dengan cara yang dikemukakan dalam shalawat ini, ia akan melihatku di alam mimpi. Barangsiapa yang me-lihatku di alam mimpinya, ia akan melihatku di Hari Kiamat. Baranggiapa yang melihatku di Hari Kiamat, aku akan memberinya syafaat. Barangsiapa yang aku beri syafaat, niscaya ia akan minum dari telagaku dan di-haramkan jasadnya oleh Allah dari neraka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/019-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="65" border="0" /><br />
Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dan kepada keluarga Muhammad, di kalangan orang-orang dulu maupun orang-orang setelahnya, serta di alam arwah sampai Hari Kiamat.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Imam Al-Sya’rânî menuturkan bahwa seorang laki-laki menghadap Rasulullah Saw. ketika beliau sedang duduk di dalam masjid. Orang itu berkata, Assalâmu ‘alaykum, wahai ahli kemuliaan!”</p>
<p>Orang itu lalu didudukkan oleh Nabi Saw di tengah-tengah. yaitu antara beliau dan Abu Bakar r.a. Orang-orang yang hadir ketika itu menjadi heran menyaksikan hal itu hingga Nabi Saw. menjelaskan. “Jibril a.s. telah datang kepadaku memberitahukan bahwa orang ini telah memberi shalawat kepadaku dengan shalawat yang belum pemah dibaca oleh seorang pun sebelumnya.”</p>
<p>Lalu Abu Bakar bertanya. “Bagaimana shalawatnya ya Rasulullah? Kemudian Rasulullah Saw. menyebutkan sha-lawat tersebut di atas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/020-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="101" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad-hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; juga atas keluarganya, isteri-isterinya, dan ketu-runannya, sebanyak jumlah makhluk-Mu, keridhaan diri-Mu, hiasan Arsy-Mu, dan tinta kalimat-Mu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Al-Hafizh Al-Sakhâwî menuturkan, seandainya seseorang bersumpah bahwa ia akan mengucapkan shalawat yang paling utama, maka shalawat ini telah membebaskan ia dari sumpahnya itu.<br />
Pen-syarah kitab Dalâ’il mengatakan, bahwa lafal shalawat ini diambil dari hadis Ummul Mukminin. Juwairiyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/021-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="139" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkilnlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad, dengan suatu shalawat yang menye-babkan kami selamat dari semua ketakutan dan malapetaka, yang menyebabkan Engkau menunaikan semua hajat kami, yang menyebabkan Engkau me-nyucikan kami dari semua kejahatan, yang menyebabkan Engkau mengangkat kami ke derajat yang tinggi di sisi-Mu, dan yang menyebabkan Engkau menyampaian semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebakan dunia dan akhirat.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas disebutkan di dalam kitab Dalâ’il. Dalam syarah kitab tersebut disebutkan riwayat dari Hasan bin ‘Ali Al-Aswânî. Ia berkata, “Barangsiapa yang membaca shalawat ini dalarn setiap perkara penting atau bencana sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melepaskan bencana itu darinya, dan menyampaikan apa yang diinginkannya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/022-Shalawat1.gif" alt="" width="400" height="210" border="0" /><br />
Artinya:<em> “Ya Allah limpahkanlah shalawat atas junjunan kami, Muhammad– samudera cahaya-Mu, tambang ra-hasia-Mu, singgasana kerajaan-Mu, imam hadrat-Mu, bingkai kerajaan-Mu, perbendaharaan rahmat-Mu, dan jalan syariat-Mu,yang mendapat kelezatan dengan tauhid-Mu, insan yang menjadi sebab segala yang maujud, penghulu para makhluk-Mu, yang memperoleh pancaran sinar cahaya-Mu- dengan shalawat yang kekal sekekal diri-Mu, yang tetap sebagaimana tetap-Mu, dan yang tidak ada akhir di balik ilmu-Mu; juga dengan shalawat, yang meridhakan-Mu dan meridhakannya serta meridhakan kami dengannya, duhai Tuhan semesta alam.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dinamakan shalawat ‘Cahaya Kiamat’. Sha-lawat ini disebut demikian karena banyaknya cahaya yang akan diperoleh oleh orang yang membacanya pada Hari Kiamat kelak.”</p>
<p>Sayyid Ahmad Al-Shâwî dan yang lainnya mengatakan, shalawat ini saya dapatkan tertulis di atas sebongkah batu dengan tulisan qudrati.<br />
Di dalam syarah atas kitab Dalâ’il disebutkan, sebagian pemuka para wali mengatakan, bahwa shalawat ini berbanding dengan 14.000 shalawat lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="136" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya,limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebagaimana shalawat yang Engkau perintahkan kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Muhammad sebagaimana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya, dan lim-pahkanlah pula shalawat kepada Muahammd sebagaimana seharusnya shalawat atasnya.” </em></p>
<p>Shalawat di atas dinamakan Al-Shalât al-’Adâdiyyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/002-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="68" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan untuk menyebut-Mu ” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dan shalawat sebelumnya (no.17) adalah dua sighat shalawat dari Imam Al-Syâfi’i r.a.<br />
Berkaitan dengan shalawat pertama (no.17) telah dice-ritakan di dalam syarah atas kitab Dalâ’il, bahwa Imam Al-Syâfi’i pernah bermimpi bertemu seseorang, lalu dikatakan kepadanya, “Apa yang telah diperbuat Allah atas diri Anda?”<br />
Imam Al-Syâfi’i menjawab, Allah telah mengampuni diriku.” “Dengan amal apa?” orang itu bertanya lagi.<br />
“Dengan lima kalimat yang aku pergunakan untuk memberi shalawat kepada Nabi Saw.,” Jawab Imam Al-Syafi’i.<br />
“Bagaimana bunyinya?”<br />
Lantas beliau mengucapkan shalawat tersebut di atas.<br />
Sedangkan berkaitan dengan shalawat kedua (no.18 ), Al- Mazânî bertutur sebagai berikut:<br />
Saya bermimpi melihat Imam Al-Syâfi’i. Lalu saya bertanya pada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah terhadap diri Anda?”<br />
Beliau menjawab, Allah telah mengampuni diriku berkat shalawat yang aku cantumkan di dalam kitab <em>Al-Risâlah,</em> yaitu:<em> Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin kullama dza-karaka al-Dzâkirûna wa Shalli ‘alâ Muhammadin kullamâ ghafala ‘an dzikrik al-Ghâfilûna.” </em><br />
Sementara itu, Imam Al-Ghazali di dalam kitab <em>Al-Ihyâ’</em> menuturkan hal berkut:</p>
<p>Abu Al-Hasan Al-Syâfi’i menuturkan, “Saya telah bermimpi melihat Rasulullah Saw., lalu saya bertanya, “Ya Rasulullah, dengan apa Al-Syâfi’i diberi pahala dari sebab ucapannya dalam kitab <em>Al-Risâlah: Washallallâhu ‘alâ muhammaddin kullamâ dzakara al-Dzdâkirûn waghafala ‘an dzikrik al-ghâfilûn?’</em> Rasulullah meniawab: ‘la tidak ditahan untuk dihisab.”‘</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="99" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas cahaya di antara segala cahaya, rahsia di antara segala rahasia, pe-nawar duka, dan pembuka pintu kemudahan, yakni Say-yidina Muhammad, manusia pilihan, juga kepada ke-luarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karunia-Nya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari Sayyid Ahmad Al-Badawi r.a., Sayyid Ahmad Ruslan mengomentari shalawat ini, “Sha-lawat ini sangat mujarab untuk menunaikan hajat, mengusir kesusahan, menolak bencana, dan memperoleh ca-haya; bahkan sangat manjur untuk segala keperluan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/004-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="66" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad, Nabi yang ummi; juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah apa Yang Engkau ketahui, seindah apa Yang Engkau ketahui, dan sepenuh apa Yang Engkau ketahui.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari Sayyid Syamsuddin Muham-mad Al-Hanafi r.a. (Sultan Hanafi). la termasuk salah seorang keturunan Abu Bakar Al-Shiddiq r.a. la telah menjabat kedudukan sebagai kutub para wali (quthb awliya) selama 46 tahun 3 bulan dan beberapa hari. Selama masa jabatannya itu, ia merupakan <em>quthb ghawts mufrad jam’i</em>.</p>
<p>Banyak sekali cerita-cerita berkenaan dengan riwayat hidup dan karamahnya: Di antaranya ia tidak pernah ber-diri satu kali pun bila menyambut kedatangan para raja. Bahkan, jika ada salah searang di antara raja-raja itu datang kepadanya, raja tersebut merendahkan diri di hadapannya, duduk dengan sopan tanpa menaleh ke kiri dan ke kanan selama berada di hadapan beliau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="69" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah limpahkan shalawat, salam, dan berkah, kepada Muhammad– cahaya zat dan rahasia yang berjalan di malam hari–di dalam seluruh asma dan sifat.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas bersumber dari Sayyidina Abu Al-Hasan Al-Syadzili r.a. ia berbanding dengan seratusribu shalawat lainnya. Ada yang mengatakan bahwa shalawat ini berguna untuk melepaskan kesulitan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/006-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="104" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah atas Sayyidina Muuammad–pembuka hal-hal yang terkunci; penutup perkara-perkara yang sudah berlalu; penolong kebenaran dengan kebenaran; dan penunjuk jalan kepada jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah senan-tiasa melimpahkan shalawat kepadanya, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sesuai dengan derajat dan kedudukannya yang tinggi.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas berasal dari Sayyid Abu Al-Mukarim Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Abi Al-Hasan Al-Bakri r.a.<br />
Di antara khasiat shalawat ini adalah, bahwa bagi siapa saja yang membacanya, walaupun hanya satu kali seumur hidupnya, ia tidak akan masuk neraka. Sebagian ulama Maroko mengatakan, bahwa shalawat ini turun ke atasnya dalam satu sahifah dari Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa, satu kali shalawat ini menyamai sepuluh ribu-bahkan ada yang menyatakan pula enamratus ribu–shalawat lainnya.</p>
<p>Barangsiapa yang men-<em>dawam</em>-kan (membiasakan secara rutin) membacanya selama empat puluh hari, Allah akan mengampuninya dari segala dosanya. Barangsiapa yang membacanya sebanyak seribu kali pada malam Kamis, Jumat atau Senin, ia akan berkumpul dengan Nabi Saw. Akan tetapi, sebelumnya hendaklah ia melakukan salat sunnah empat rakaat: Pada rakaat pertama ia membaca Surah Al-Fâtihah dan Al-Qadr. Pada rakaat kedua sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Zalzalah. Pada rakaat ketiga sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Kafirun. Pada rakaat keempat sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Mu’awwidzatayn (surah Al-Falaq dan Al-Nâs). Hendaklah ia membakar kemenyan Arab ketika membaca shalawat tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="67" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, sebanyak apa yang ada di dalam pe-ngetahuan Allah, dengan shalawat yang kekal seba-gaimana kekalnya kerajaan Allah.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Sayyid Ahmad Al-Sakhâwî, dengan menukil dari ulama lainnya mengatakan bahwa shalawat tersebut di atas me-nyamai 600,000 shalawat lainnya. Shalawat ini dikenal dengan sebutan, “Shalawat Kebahagiaan”.</p>
<p>Sedangkan Syaikh Dahlan memberikan komentamya, “Shalawat ini merupakan sighat shalawat yang sempurna. Orang yang membacanya secara rutin tiap-tiap hari Jumat sebanyak seribu kali akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/008-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="66" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah, kepada sayyidina Muhamamd dan keluarganya; sebanyak kesempurnaan Allah dan segala yang sesuai dengan sesuai dengan kesempurnaan-Nya itu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dikenal di kalangan ahli tarekat sebagai shalawat “Kamaliyah”. Mereka telah memilih shalawat tersebut sebagai wirid karena pahalanya yang tidak terhingga.</p>
<p>Ada yang menyatakan bahwa shalawat ini menyamai pahala 14.000 shalawat lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/009-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="68" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada penghulu kami, Muhammad-Nabi yang ummi, yang terkasih, yang tinggi kedudukannya, dan yang besar wibawanya; juga kepada keluarga dan para sahabatnya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Tentang shalawat ini, ada yang mengatakan bahwa Nabi Saw. bershalawat atas dirinya dengan shalawat tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/010-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="70" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muuhammad dan keluarga Sayyidina Muhammad, di dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, serta sebanyak jumlah ilmu yang Engkau miliki.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini diterima oleh Maulana Syaikh Al-Hindi dari Nabi Saw. Di antara keistimewaannya adalah: jika Anda membacanya secara rutin, Anda akan memperoleh ilmu dan rahasia langsung dari Nabi Saw.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="141" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjunan kami, Muhammad, yang dengan perantaraan beliau itu dilepaskan semua ikatan, dilenyapkan segala kesusahan, di-tunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, dicapai akhir yang baik, dan diberi minum dari awan berkat wajahnya yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan “shalawat Tafrijiyah”. Tentang shalawat ini, Imam Al-Qurthubi me-nuturkan bahwa, barangangsiapa yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahan-nya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudah-kan urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rezeki-nya, dan membukakan baginya segala pintu kebaikan, dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/012-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="209" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad-hamba dan Rasul-Mu serta Nabi yang ummi; atas keluarga Muhammad dan para isterinya, ibu kaum Mukmin, serta atas keturunan dan keluarganya-sebagai-mana Engkau telah melimpahkan shalawat itu kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di alam raya ini se-sungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah berkatilah Muhammad–hamba dan rasul-Mu serta Nabi yang ummi; jugakeluarga dan para isterinya, ibu kaum Mukmin serta keturunan dan Ahli Baitnya– se-bagaimana Engkautelah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Di alam raya ini sesungnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari hadis yang sahih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="280" border="0" /></p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/015-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="68" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah shalawat, berkah, dan rahmat-Mu kepada Muuhammad-hamba, Nabi, dan utusan-Mu; Nabi yang ummi, penghulu para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, dan penutup para Nabi; Imam kebaikan dan panglima kebaikan, serta rasul rahmat, juga kepada isteri-isterinya, ibu kaum beriman, dan kepada keturunan dan Ahli Baitnya; kepada keluarga dan para sahabatnya, para penolong dan para pe-ngikutnya, serta umat dan para pencintanya-sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat, berkah, rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Di alam raya ini sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.<br />
</em></p>
<p><em>Limpahkanlah pula shalawat, berkah, dan rahmat atas kami bersama mereka, dengan shalauwat-Mu yang paling utama dan berkah-Mu yang paling suci; selama orang-orang yang ingat menyebut nama-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan-Mu; sebanyak jumlah yang genap dan yang ganjil; sebanyak jumlah kalimat-Mu yang sem-purna dan diberkahi; dan sebanyak jumlah makhluk-Mu, keridhaan diri-Mu, perhiasan arsy-Mu, dan tintakalimat-Mu–shalawat yang kekal sekekal diri-Mu.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, bangkitkanlah dia pada Hari Kiamat kelak pada derajat kedudukan yang terpuji, yang diinginkan oleh orang-orang dulu maupun orang-orang setelahnya; tem-patkanlah dia pada tempat yang dekat dengan-Mu pada Hari Kiamat; perkenankanlah syafaatnya yang besar; angkatlah derajatnya yang tinggi; dan berikanlah ke-padanya semua permintaannya di akhirat dan di dunia, sebagaimana yang telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan Musa.<br />
Ya Allah, jadikanlah kecintaannya di dalam kalangan mereka yang disucikan, kasih-sayangnya di kalangan mereka yang didekatkan, dan sebutannya di dalam ka-langan mereka yang ditinggikan. Berikanlah pahala yang setimpal kepadanya dari kami sesuai dengan haknya, dengan sebaik-baik pahala yang Engkau berikan kepada para Nabi dan umatnya. Berikanlah kebaikan kepada semua nabi. Shalawat dari Allah dan kaum Mukmin senantiasa terlimpah kepada Muhammad, Nabi yang ummi. Salam sejahtera tercurah atasmu, duhai Baginda Nabi, serta rahmat Allah, berkah-Nya, ampunan-Nya, dan keridhaan-Nya.<br />
Ya Allah, sampaikanlah salam kami kepadanya, balaslah salam kami olehnya, tetapkanlah pada umat dan ke-turunannya amal perbuatan yang akan menyenangkan hatinya. Duhai Tuhan semesta alam.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini adalah shalawat yang dikumpulkan oleh Al-Hâfizh Al-Sakhâwî di dalam kitab Al-Qawl al-Badî’. Disebutkan pula oleh Ibn Al-Hajar di dalam Al-Durr al-Mandhûdh bahwa ia menghim pun segala lafal yang diriwayatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/016-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="248" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam atas junjunann kami Muhammad, Nabi yang ummi; juga kepada keluarga dan para sahabatnya, selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu dan orang-orang yang lalai melupakan-Mu sebanyak apa yang diliputi oleh ilmu Allah, dituliskan oleh qalam Allah, diterapkan dalam hukum Allah, dan seluas ilmu Allah; sebanyak jumlah segala sesuatu, berlipat gandanya segala sesuatu, dan sepenuh segala sesuatu; serta sebanyak makhluk Allah, perhiasan arsy Allah, keridhaan Allah, tinta kalimat Allah; seerta semua yang telah terjadi, yang akan terjadi, dan semua yang ada di dalam ilmu Allah dengan shalawat yang menghabiskan seluruh bilangan dan meliputi seluruh batasan; juga dengan shalawat yang berkesinambungan dengan kekalnya kerajaan Allah dan abadi dengan keabadian Allah.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini disebutkan oleh Syaikh Al-Dayrabi di dalam Mujarrabat-nya. Ia termasuk sighat yang sangat bagus sekali untuk memberi shalawat kepada Nabi Saw.<br />
Ada yang berpendapat bahwa orang yang membacanya secara rutin selama sepuluh malam, tiap-tiap malam sebanyak seratus kali, pada saat hendak berbaring tidur di tempat tidurnya, sambil menghadap kiblat dan dalam keadaan suci yang sempurna, akan bermimpi melihat Nabi Saw.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/017-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="69" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya, sebanyak jumlah huruf yang digariskan oleh qalam.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini disebutkan oleh pengarang kitab Bughyah al-Mustarsidîn, Mufti Hadramaut, Sayyid Syarif ‘Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi.<br />
Di antara faedah shalawat ini disebutkan diungkapkan oleh Quthb Al-Baddad. la mengatakan bahwa yang menjadikan seseorang meninggal dunia dalam keadaan baik (khusnul khâtimah) adalah jika tiap-tiap selesai mengerjakan salat maghrib ia mengucapkan, <em>“Astaghfirullâh alladzî lâ ilâha illâ huwa al-hayy al-qayyûm, alladzî lâ yamûtu wa atûbu ilayh, rabbigh-firlî,” </em>kemudian diikuti oleh pembacaan shalawat di atas. Barangsiapa yang membaca kalimat-kalimat di atas sebelum berbicara tentang yang lainnya, niscaya ia akan meninggal dalam keadaan beriman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/018-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="357" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjunan kami, Muhammad-hamba, Nabi, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; juga kepada keluarga Muhammad, dengan shalawat yang menjadikan kerelaan bagi kami dan penunaian bagi haknya. Berikanlah ke-padanya wasilah dan maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Balaslah ia dari kami dengan balasan yang sepantasnya; dan balaslah ia dengan balasan yang paling baik daripada balasan yang telah Engkau berikan kepada seorang nabi dari umatnya. Limpahkanlah pula shalawat-Mu atas semua saudara-saudaranya dari go-longan para nabi, shiddiqun, syuhada, dan orang-orang salih.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di kalangan umat terdahulu, dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sampai Hari Kiamat.<br />
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada ruh Muhammad di dalam alam ruh, limpahkanlah shalawat kepada jasadnya di dalam alam jasad, dan limpahkanlah kepada kuburnya di dalam alam kubur, jadikanlah semulia-mulia shalawat-Mu, setinggi-tinggi berkah-Mu, selembut-lembut kasih sayang-Mu dan ridha-Mu kepada Muhammad-hamba, Nabi, dan Rasul-Mu, serta berikanlah kesejahteraan yang banyak kepadanya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat tersebut di atas dikemukakan oleh lmam Al-’Ârif Syihabuddin Ahmad Al-Suhrawardi di dalam kitabnya, ‘Awârif al-Ma’ârif; telah pula dikemukakan oleh Syaikh Nabhay di dalam kitabnya, Afdhal al-Shalawâti ‘an-Sayyidi al-Sâdâti, yang di dalamnya diterangkan banyak sekali faedah untuk masing-masing bagian darinya.</p>
<p>Diriwayatkan dari Al-Faqih Al-Shâlih ‘Umar bin Sa’id bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat tersebut setiap hari 33 kali, Allah akan membukakan baginya (pintu) antara kuburnya dan kuburku.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/019-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="69" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Shalawat Allah, malaikat-Nya, para nabi-Nya, dan seluruh makhluk-Nya, semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, atasnya serta atas mereka tercurah salam, rahmat, dan berkah Allah.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas bersumber dari Imam ‘Alî bin Abî Thalib k.w., kemudian diwartakan oleh Abû Mûsâ Al-Madînî r.a.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/020-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="105" border="0" /><br />
Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada orang yang ruhnya menjadi mihrab arwah, malaikat, dan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada orang yang menjadi imam para nabi dan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada orang yang menjadi pemimpin penduduk surga, yaitu hamba-hamba Allah yang beriman.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini adalah shalawat Sayyidah Fathimah Al-Zahra’. Pengarang kitab Al-Ibrîz, Sayyid ‘Abdul ‘Azîz Al-Dabbâgh, telah banyak membicarakan shalawat ini di dalam kitabnya tersebut. Yang ingin mengetahui tentang shalawat ini secara lebih luas dapat meneliti kitab tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/021-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="102" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, Tuhan yang selalu memberikan karunia kepada manusia Tuhan yang selalu membukakan tangan-Nya lebar-lebar dengan pemberian; Tuhan yang mempunyai pemberian-pemberian yang mulia limpah-kanlah shalawat atas Muhmmad, sebaik-baik manusia, dengan penghormatan; ampunilah pula kami, duhai Tuhan Yang Maha Tinggi di sore ini.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas r.a. Dan dikemukakan oleh Abû Mûsâ Al-Madînî r.a.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/022-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="104" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan atas keluarganya, sahabat-sahabatnya, anak-anaknya, isteri-isterinya, keturunannya, Ahli Baitnya, para penolongnya, para pengikutnya, para pencintanya, dan umatnya; dan jadikanlah kami bersama mereka semua duhai Tuhan Yang paling penyayang di antara semua penyayang.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dikemukakan di dalam kitab Al-Syifâ’ dari Hasan Al-Bashri. Beliau berkata, “Barangsiapa yang ingin minum dari piala dengan minuman telaga Rasulullah Saw., hendaklah ia membaca shalawat itu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/023-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="280" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, selama orang-orang yang ingat menyebut nama-Nya dan selama orang-orang yang lalai melupakan-Nya, Semoga Dia melimpahkan shalawat ke-padanya di kalangan orang-orang terdahulu dan setelahnya, dengan shalawat yang paling utama, paling banyak, dan paling baik daripada shalawat yang dilim-pahkan-Nya kepada salah seorang dari ummatnya dengan shalawatnya kepadanya. Salam sejahtera atasnya, teriring rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga Allah membalasnya dari kami dengan balasan yang lebih baik daripada balasan-nya kepada rasul dari orang-orang yang diutus kepadanya. Sebab, dia telah melepaskan kami dari ke-binasaan, dan menjadikan kami sebaik-baik ummat yang dikeluarkan bagi manusia, beragama dengan agamanya yang telah diridhai dan dipilih oleh para malaikat-Nya dan orang-orang yang telah diberi-Nya nikmat di antara makhluk-Nya. Oleh karena itu, tidaklah kami mendapat nikmat -baik yang nyata maupun yang tersembunyi, yang kami peroleh dengannya dalam urusan agama dan dunia, dan diangkatkannya keburukan dari kami di dalam keduanya atau di dalam salah satu dari keduanya- melainkan Muhammad Saw.-lah yang menjadi sebabnya; yang memimpin kepada kebaikannya; yang menunjukkan kepada tuntunannya; yang membebaskan dari kebinasaan dan tempat-tempat jahat, yang mengingatkan, sebab-sebab yang mendatangkan kebinasaan; yang tegak me-laksanakan nasihat, tuntunan, dan peringatan darinya. Semoga shalawat dan salam Allah selalu tercurah kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Dia telah mencurahkan shalawat kepada Ibrahim dan ke-luarganya, serta sebagaimana Dia telah mehmpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim; Sesungguhnya Dia Maha terpuji lagi Maha muha.” </em><br />
<strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas bersumber dari Imam Al-Syâfi’i r.a. Dan mempunyai penyempurnaan di dalam Al-Risâlah oleh Imam Al-Syâfi’i. Shalawat ini banyak sekali faedahnya, terutama bila dibaca sesudah membacaa Shalawat Nurul Qiyâmah, Yaitu shalawat nomor 16.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/024-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="68" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>” Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas pemimpin para pemimpin dan tujuan dari semua keinginan, Muhammad, kekasih-Mu yang dimuliakan; juga atas keluarga dan para sahabatnya”. </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari Sayyidi Abu Thahir bin Sayyid ‘Alî Wafâ’.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/025-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="393" border="0" /><br />
Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, yang dengannya kegelapan menjadi terang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muham-mad, yang diutus dengan rahmat bagi setiap umat. Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, yang dipilih untuk memimpin risalah sebelum diciptakan Lawh dan Qalam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, yang disifati dengan akhlak dan perangai yang utama. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad. yang dikhususkan dengan kalimat yang menyuruh dan hikmah tertentu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang tidak dilanggar kehorrmtan di majelisnya, dan tidak dibiarkan orang yang menganiayanya. Ya Allah, limpah-kanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang bisa berjalan dinaungi oleh awan kemana dia menuju. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad yang dipuji oleh Tuhan kemuliaan dimasa lalu. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang dilimpahi shalawat oleh Allah di dalam Kitab-Nya yang sempurna dan kita diperintahkan-Nya supaya ber-shalawat kepadanya. Semoga Shalawat Allah selalu dicurahkan kepadanya; kepada keluarganya, sahabat-sa-habatnya, isteri-isterinya–selama hujan turun dengan deras dan selama orang-orang berdosa mendapat uluran kemurahan. Semoga Allah melimpahkan kepadanya salam sejahtera, kehormatan, dan kemuliaan.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas bersumber dari Sayyid Al-Faklhani, pengarang kitab <em>Al-Fajr Al-Munîr fî Al-Shalâh ‘ala Al-Basyîr Al-Nadzîr</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/026-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="102" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjunan kami Muhammad, juga kepada ke-luargaya, saahabat-sahabatnya sebanyak jumlah, apa-apa yang diliputi oleh ilmu-Mu, digariskan oleh qalam-Mu, dan ditetapkan dalam hukum-Mu terhadap makhluk-Mu; Curahkanlah kelembutan-Mu di dalam seluruh urusan kami dan kaum muslimin.”</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/027-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="105" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarganya sahabatnya-dengan, dan para shalawat yang melebihi shalawat-shalawat yang diucapkan oleh orang-orang yang bershalawat dari sejak permulaan masa sampai akhirnya; seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya, sepenuh neraca dan penghabisan ilmu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dan shalawat sebelumnya (no.40) ada di dalam kitab Masâlik al-Hunafâ. Tentang shalawat ini, Imam Al-Ghazali, mengutip perkataan Al-Qastalani, mengatakan, “Kedua shalawat ini dibaca bersama shalawat no.32 supaya mendapatkan keutamaan yang tidak terhingga.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/028-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="107" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, sebanyak jumlah huruf-huruf di dalam Al-Quran; limpahkanlah shalawat dan salam, kepada Muhammad, sebanyak jumlah tiap-tiap huruf yang dilipatgandakan sejuta; dan limpahkanlah sha-lawat dan salam kepada sayyidina Muhammad, sebanyak jumlah tiap-tiap seribu yang dilipatgandakan.” </em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/029-Shalawat2.gif" alt="" width="400" height="147" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang bertemu dengan cahayanya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang bergandengan dengan sebutan dan yang disebutnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang menerangi kuburnya dengan seterang-terangnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawlat yang melapangkan dadanya dan menyebabkan kegembiraannya. Limpahkanlah pula shalawat kepada semua saudaranya dari golongan para nabi dan wali, dengan shalawat sebanyak jumlah cahaya dan kemunculannya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dan shalawat sebelumnya (No.42) dikemukakan oleh Al-Qastalani di dalam kitab <em>Masâlik al-Hunafâ’</em>. Beliau menghimpun sepuluh shalawat yang tidak dinisbahkan kepada seorangpun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="69" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Say-yidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muham-mad, sebanyak jumlah penyakit dan obat, serta berkati dan sejahterakanlah mereka sebanyak-banyaknya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari Maulana Syaikh Khalid Al-Naqsabandi, pembaharu tarekat Naqsabandiyah. Beliau mengatakan bahwa, shalawat ini merupakan perisai yang sangat ampuh untuk menghadapi penguasa yang lalim. Ketika mengakhiri pembacaan shalawat ini, kata <em>katsîrân</em> diulang berkali-kali.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/002-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="71" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad-hamba, Nabi, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi; kepada keluarganya dan para sahabatnya, sesuai dengan kadar kebesaran Zat-Mu, dalam setiap waktu dan saat. ” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini termasuk shalawat kesempurnaan, Di antara faedahnya dikatakan bahwa, shalawat ini menyamai seratus ribu shalawat lainnya.<br />
Ada yang mengatakan bahwa shalawat ini bersumber dari Imam Abû Al-Hasan Al-Syadzili, namun tidak pasti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="103" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya, dengan shalawat yang setimbang dengan bumi dan langit; sebanyak jumlah apa-apa yang ada di dalam ilmu-Mu; serta sebanyak jumlah partikel dari semua benda yang ada di bola bumi dan berlipat-lipat ganda dari itu. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini disebutkan di dalam kitab Kunûz Al-Asrâr: Tentang shalawat ini, Syaikh Al-Iyâsî berkata, “Shalawat ini mempunyai rahasia yang sangat besar, dan fadhilah yang sangat banyak serta menyamai 100.000 shalawat lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/004-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="70" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:<em> “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad-kekasih dan yang dikasihi, penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan; kepada keluarganya dan para sahabatnya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Tentang shalawat ini, Syaikh Yûsuf Al-Nabhânî menjelaskan,”Syaikh Hasan Abû Halawah Al-Ghazza yang berdiam di Al-Quds telah mengajarkan shalawat ini kepada saya. Hal itu disebabkan ketika saya mengadukan kepadanya penyakit cemas dan susah yang saya derita. Setelah saya baca shalawat tersebut, lenyaplah segala penderitaan saya berkat shalawat dengan sighat tersebut di atas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="67" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammmad Nabi yang ummi, yang suci dan bersih; dengan shalawat yang melepaskan segala ikatan dan melenyapkan segala kesusahan.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini disebutkan oleh Al-Zubaydi di dalam kitabnya, <em>Al-Shilât wa Al-’Awâ’id. </em><br />
Sebagai orang saleh mengatakan bahwa, shalawat ini sangat manjur untuk melenyapkan kesusahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/006-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="105" border="0" /><br />
Artinya: <em>“Kepadamulah, ya Raslullah, mengalir shalawat Allah, salam-Nya, tahiyat-Nya, dan berkah-Nya; dalam tiap-tiap saat yang memadai dengan kedudukanmu yang besar dan derajatmu yang tinggi; berkumpul bagimu segala keutamaan semua jenis shalatawat dan salam.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas termasuk yang menghimpun seluruh shalawat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="106" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang cahayanya bagi makhluk telah mendahului, dan kemunculannya merupakan rahmat bagi alam; sebanyak jumlah makhluk-Mu yang lalu maupun yang akan datang serta yang berbahagia di antara mereka maupun yang celaka-dengan shalawat yang menghabiskan segala hitungan dan meliputi segala batasan; dengan shalawat yang tidak akan habis, berakhir; dan selesai, serta dengan shalawat yang terus-menerus dengan ke-abadian-Mu, juga kepada keluarganya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak seperti itu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Pensyarah kitab Dalâ’il mengatakan bahwa, Sayyid ‘Abdul Qadir Al-Jaylânî menutup <em>hizb</em>-nya dengan shalawat ini. Dinukil pula dari ucapan Al-Sakhâwî, bahwa shalawat ini mempunyai keistimewaan; satu shalawat ini berbanding sepuluh ribu shalawat lainnya.</p>
<p>Sementara Imâm Muhyiddîn Al-Yamani, yang bergelar “Junayd dari negeri Yaman”, mengatakan; “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat ini sepuluh kali, pagi dan sore, ia berhak mendapat keridhaan Allah Yang Maha Besar; aman dari kemurkaan-Nya; mendapat curahan rahmat yang berlimpah; terpelihara dengan pemeliharaan nabi dari segala marabahaya, dan mendapatkan kemudahan dalam segala urusan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/008-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="210" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu yang paling utama selalu, berkah-Mu yang paling berkembang se-lamanya, dan tahiyat-Mu yang paling baik keutamaan dan jumlahnya; kepada semuha-mulia makhluk manusia, kum-pulan hakikat iman, dan batas kebaikan yang tampa; pemimpin balatentara kaum Muslim, penghulu barisan para nabi yang dimuliakan, dan seutama-utarna makhluk dari semuanya; pembawa panji kemuliaan dan ketinggian pemilik kendali kemuliaan, dan yang menyaksikan rahasia azali; sumber ilmu kesantunan, dan hikmah; penampilan rahasia kemurahan secara sebagian dan keseluruhan; manusia ‘aynil-wujûd’ ruh jasad dua alam, dan mata kehidupan dua tempat; yang memastikan dengan tingkat ubudiah yang tertinggi dan yang berakhlak dengan akhlak kedudukan pilihan; sahabat yang terbesar dan kekasih yang dimuliakan, yaitu Sayyidina Muhammad bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Mutthalib; juga atas seluruh nabi dan rasul, serta atas keluarga dan sahabat mereka semuanya sebanyak orang yang ingat menyebut nama-Mu dan orang yang lalai melupakan-Mu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Sayyid Ahmad Al-Shâwî, di dalam kitab <em>Syarh Wird Al-Dardir</em> mengatakan bahwa, shalawat ini dinukil oleh Hujjatul Islam Al-Ghazali dari <em>Quthb Al-Idrûs</em>, dan di-namakan <em>Syams Al-Kanzil A’dhâm</em>. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa, shalawat ini dinukil dari <em>Quthb Al-Rabbânî Sayyid ‘Abdul Qadir Al-Jaylânî. </em><br />
Barangsiapa yang membaca shalawat ini sesudah shalat isya, sebelumnya membaca Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatayn sebanyak 33 kali, maka ia akan bermimpi bertemu dengan Rasulullah Saw.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/009-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="292" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Aku memohon kepada-Mu, ya Allah, agar Engkau melimpahkan shalawat dan salam kepada penghulu para rasul dan pemimpin orang-orang takwa; yang telah Engkau ciptakan dengan kebesaran-Mu dan Engkau hiasi dengan keelokan-Mu; yang Engkau mahkotai dengan kesempurnaan-Mu dan Engkau jadikan orang yang berhak memandang Dzat-Mu; yang Engkau jadikan ia sebagai tempat bagi asma dan sifat-Mu; yang Engkau gandengkan namanya dengan nama-Mu serta ketaatan kepadanya dengan ketaatan kepada-Mu, yakni Muhammad bin Abdillah, serta para keluarga dan sahabatnya yang menyeru kepada Allah.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, limpahkalah shalawat kepada Sayyidina Muhammad-wakil hadrat Dzat-Mu; yang memastikan dengan asma dan sifat-Mu; yang mengumpulkan antara yang ada dan tiada; pemisah antara yang baru dan yang lama; pemimpin orang-orang yang terbuka dengannya segala yang terkunci, menjadi pulih setiap yang pecah, dan meniadi merdeka kembali setiap yang dikalahkan.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini berasal dari Sayyidi Muhyiddin bin Al-’Arâbi, yang disebutkannya di dalam <em>hizb</em>-nya, Al-Tawhîd, Telah pula dinukil oleh Syaikh Al-Nabhani, dan kami menukilnya dari beliau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/010-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="135" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah seutama-utama sha-lawat, setinggi-tinggi berkah, dan sebaik-baik tahiyat didalan setiap waktu; kepada semulia-mulia makhluk, Say-yidina dan Maulana Muhammad; sesempurna-sempurna penduduk bumi dan langit. Limpahkanlah pula kesejahteraan kepadanya, duhai Tuhan kami, sebaik-baik tahiyat, di dalam setiap kehadiran dan pandangan.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari Sayyid Abû Al-Hasan Al-Syadzili Beliau membuka <em>hizb</em>-nya, Al-Luthf dengan sha-lawat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="216" border="0" /><br />
Artinya:<em> “Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Zat Mu-hammad yang halus dan tunggal; matahari langit rahasia tempat pemunculan cahaya; pusat peredaran kebesaran; dan kutub falak keindahan.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah dengan rahasianya di sisi-Mu dan dengan perjalanannya kepada-Mu amankanlah rasa takutku; ku-rangilah kesalahanku; lenyapkanlah kesedihan dan ke-tamakanku; dan jadilah penolongku. Bawalah aku kepada-Mu, karunialah aku fana terhadapku, dan janganlah Engkau jadikan diriku mendapat cobaan dari nafsuku. Singkapkanlah bagiku semua rahasia yang tersembunyi, duhai Tuhan Yang Maha hidup dan Maha mandiri.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini berasal dari Sayyid Ibrâhîm Al-Dasûqî, yang dipakai sebagai pembuka<em> hizb</em> oleh Al-Dardir: Hal ini menunjukkan keutamaan shalawat ini yang sangat besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/012-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="137" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, bagi-Mu-lah segala pujian sebanyak jumlah orang yang memuji-Mu; bagi-Mu-lah pujian sebanyak orang yang tidak memuji-Mu; dan bagi-Mu-lah pujian sebagaimana Engkau suka untuk dipuuji.<br />
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad se-banyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya, lim-pahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya, dan lim-pahkanlah shalawat kepadanya sebagaimana angkau suka supaya diucapkan shalawat atasnya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
As-Sakhâwî bertutur sebagai berikut:<br />
Kami menuturkan riwayat dari Al-Thabrânî di dalam kitab Al-Du’â’, bahwa beliau bermimpi melihat Nabi Saw. dalam sifatnya yang telah sampai beritanya kepada kita. Lalu beliau berkata,<em> Assalâmu ‘alayka Ayyuh al-Nabiyya Warahamatullâhi wa Barakâtuh. Ya Rasulullah</em>, Allah telah mengilhami aku beberapa kalimat!”<br />
Rasulullah bertanya, “Apakah itu?”<br />
<em>Allâhumma laka al-Hamdu .</em>..(hingga akhir shalawat tersebut di atas).”<br />
Lalu Rasulullah Saw. Tersenyum hingga tampak gigi serinya memancarkan cahaya yang cemerlang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="31" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjunan kami, Muhammad. Telah semai rasanya upayaku, tolonglah aku ya Rasulullah.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Ibn ‘Âbidîn menukil shalawat ini dari seorang hamba yang salih, Ahmad Al-Halabi, yang berdiam di Damaskus. Dia bertutur bahwa, ada sebagian menteri Damaskus me-nangkapnya, sehingga pada malam itu, ia merasa sangat susah sekali. Lalu ia bermimpi melihat Rallulullah Saw. Baginda Nabi menenteramkan hatinya dan mengajarkan kepadanya sighat shalawat ini. Baginda Nabi mengatakan bahwa barangsiapa yang membacanya maka Allah akan menghilangkan kesulitannya. Ketika ia terbangun, lalu dibacanya shalawat itu, dan akhirnya, berkat Rasulullah Saw. kesulitannya itu lenyap.<br />
Kemudian Ibn ‘Âbidîn mengatakan bahwa, beliau telah mencoba membaca shalawat itu berkali-kali, dan ternyata memang sangat cepat sekali untuk menghilangkan kesulitan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/014-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="112" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Maulana Muhammad dan keluarganya, sebanyak jumlah, hitungan semuanya; dari mana habisnya dalam ilmu-Mu; dari mana tidak ada hitungan dalam liputan-Mu; dan dengan apa-apa yang Engkau ketahui bagi diri-Mu tanpa akhir. Sesunghnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini bersumber dari seorang arif yang besar dan wali yang terkenal; lautan ilmu syariat, tarekat dan hakikat, yakni Sayyid Ahmad bin Idris; pemuka tarekat Idrisiyah vang merupakan anak cabang dari tarekat Syadziliyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/015-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="103" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dan keluarganya, dengan shalawat penduduk langit dan bumi kepadanya. Alirkanlah, duhai Maulaku, kelembutan-Mu yang tersembunyi dalam urusanku. Tampakkanlah rahasia keindahan buatan-Mu dalam perkara-perkara yang aku cita-citakan dari-Mu, duhai Tuhan semesta alam.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini oleh sebagian ulama dinisbahkan kepada Sayyid ‘Abdullâh Al-’Alamî. Di antara khasiatnya yang terkenal adalah bahwa, “Barangsiapa yang membacanya sebanyak seribu kali, niscaya Allah akan melenyapkan kesusahannya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/016-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="66" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dan kepada keluarga Muhammad, dengan shalawat yang menjadikan ridha bagi-Mu dan penunaian bagi haknya; berikanlah kepadanya wasilah dan kedudukan yang Engkau telah janjikan.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Diriwayatkan oleh Sya’rânî bahwa, Nabi Saw. pernah menerangkan tentang shalawat ini dalam sabdanya, “Barangsiapa yang membacanya, ia berhak mendapatkan</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, ya Tuhan Muhammad dan keluarga Muhammad limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad serta berikanlah kepada Muhammad derajat dan wasilah di dalam surga. Duhai Tuhan Mu-hammad dan keluarga Muhammad berilah ganjaran kepada Muhammad. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya sesuai dengan apa yang sepantasnya bagianya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Di dalam kitab Syarah Dalâ’il disebutkan bahwa Nabi Saw. telah bersabda, “Barangsiapa di antara umatku yang membaca shalawat ini, baik di waktu pagi maupun di waktu petang, berarti ia telah membuat malaikat pencatat amal menjadi kepayahan selama seribu hari, juga diampuni dosa-dosanya dan dosa-dosa kedua orang tuanya.</p>
<p>Di dalam kitab Syarah al-Fâsi dijelaskan bahwa, shalawat ini diangkat dari hadis Jabir bin ‘Abdillâh r.a., dan disebutkan faedah yang banyak baginya.<br />
Sementara Al-Hâfizh Al-Sakhâwi berkomentar, “Seandainya ada orang bersumpah hendak mengucapkan shalawat yang paling utama, lalu ia membaca shalawat ini. niscaya ia telah memenuhi sumpahnya itu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/019-Shalawat3.gif" alt="" width="400" height="104" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad di kalangan orang-orang dahulu, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di kalangan orang-orang ke-mudian, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di-kalangan para nabi, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dikalangan para rasul, dan limpahkanlah shalawat kepada Muhammad di kalangan arwah sampai Hari Kiamat.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Tentang shalawat ini, barangsiapa yang membacanya sebanyak tiga kali di waktu sore dan tiga kali di waktu pagi, niscaya akan sirnalah dosa-dosanya, terhapuslah segala kesalahannya, tetaplah kesenangannya, dikabulkan doanya, dikabulkan cita-citanya, dan dia ditolong menghadapi musuh-musuhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="102" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Say-yidina Muhammad yang telah Engkau penuhi hatinya dengan keagungan-Mu, dan telah Engkau penuhi matanya dengan sifat keindahan-Mu, sehingga ia menjadi senang-gembira, terbantu dan tertolong; juga kepada keluarganya dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepada mereka semuanya. Segala puji bagi Allah atas semua itu.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Abû ‘Abdullah Al-Nu’mân pernah bermimpi melihat Nabi Saw., lalu ia bertanya, “Ya Rasulullah, shalawat manakah yang paling utama?<br />
Beliau menjawab, “Katakanlah…(lalu Baginda Nabi menyebutkan shalawat ini).”<br />
Ada lagi cerita lainnya tentang shalawat ini, seperti yang disebutkan di dalam kitab Dalâ’il al-Khayrât.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/002-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="107" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu,semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muham-mad, kepada seluruh nabi dan rasul, serta kepada keluarga dan sahabat mereka semuanya; serta semoga Engkau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu dan Engkau memelihara diriku dari dosa- dosa yang tersisa.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini berasal dari Sayyid Ibrâhîm Al-Matbulî</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="104" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, yang pemaaf dan penyayang,. serta yang mempunyai akhlak yang agung; juga kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan isteri-isterinya di setiap saat sebanyak jumlah semua yang baru dan yang lama.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan shalawat Al-Ra’ûf al-Rahîm. Sayyid Ahmad Al-Shâwî mengatakan, “Shalawat ini termasuk sighat shalawat yang paling mulia. Oleh karena itu, seyogyanya diperbanyak membacanva.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/004-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="63" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhamad dan kepada ke-luarganya, sebanyak jumlah nikmat Allah dan karunia-Nya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat di atas lebih dikenal dengan sebutan shalawat Al-In’âm. Khasiatnya adalah seperti yang dikatakan oleh Sayyid Ahmad Al-Shâwî, yakni membuka pintu kenik-matan dunia dan akhirat bagi pembacanya, sementara pahalanya tidak terhingga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="176" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada cahaya yang berkilau, bulan yang memancar, purnama yang naik, hujan yang melimpah, pertolongan yang luas, kekasih yang menolong, Nabi yang membuat undang-undang, Rasul yang menjelaskan, orang yang diperintah yang taat, kawan bicara yang mendengarkan, pedang yang tajam, hati yang khusyuk, mata yang mengucurkan airmata, yakni Sayyidina Muhammad; juga kepada keluarganya dan anak-anaknya yang mulia; kepada sahabat-sahabatnya yang agung; serta kepada para pengikutnya diantara ahli sunnah dan Islam.” </em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/006-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="105" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam, kepada Sayyidina Muhammad, shalawat yang dengannya dituliskan garis-garis, dilapangkan dada, serta dimudahkan segala urusan, berkat rahmat dari-Mu, duhai Tuhan Yang Maha Pengampun, serta kepada keluarga dan para sahabatnya.” </em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="67" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muuhammad dan orang-orang yang menolongnya, sebanyak jumlah apa yang Engkau ketahui dari permulaan urusan sampai akhirnya, serta kepada keluarga dan Sahabat-sahabatnya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan</strong><br />
Shalawat ini dan dua shalawat sebelumnya (no. 67 dan 68) bersumber dari Sayyid Ahmad Al-Rifâ’i ra. dan termasuk shalawat Al-Jawâmi’ al-Kawâmil (kumpulan kesempurnaan).</p>
<p>Dikatakan bahwa, barangsiapa yang membacanya (yang mana saja dari ketiganya) sesudah salat shubuh atas niat dan keinginan apa saja, niscaya akan diperolehnya dengan izin Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/008-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="211" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, dengan-Mu aku bertawassul, dari-Mu aku meminta, kepada-Mu dan karena-Mu dan karena-Mu-bukan karena sesuatu Diri-Mu aku rindu. Aku tidak meminta dari-Mu selain Diri-Mu dan tidak meminta dari-Mu kecuali kepada-Mu.<br />
Ya Allah, aku bertawassul kepada-Mu dalam perkenan itu dengan wasilah, yang teragung dan keutamaan yang ter-besar; yakni Sayyidina Muhammad, manusia pilihan, orang yang suci dan diridhai, serta Nabi pilihan. Dengannya aku memohon kepada-Mu agar Engkau memberikan shalawat kepadanya dengan shalawat yang bersifat abadi, lestari, dan mandiri; serta bersifat Ilahiyah dan Rabbaniyah, dimana ia menyaksikan bagiku hal itu di dalam mata ke-sempurnaanya dengan kesaksiannya makrifat terhadapanya; juga kepada keluarganya dan para saha-batnya. Sebab, Engkaulah penolong atas itu. Tiada upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. ” </em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/010-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="217" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Ahmad, utusan-Mu. Aku memohon kepada-Nya, ya Allah, dengannya, dan dengannya aku memohon kepada-Mu; agar Engkau melimpahkan shalawat kepadanya; dengan shalawat yang hakiki, untuk mengkhususkan dengannya, yang umum dalam seluruh kesatuan huruf dan nama serta dalam seluruh tingkatan akal dan ilmu; dengan shalawat yang berkesinambungan, yang tidak mungkin dipisahkan dengan cara dicoba atau sara lainnya, bahkan mustahil secara akal maupun naqli; juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepadanya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan </strong><br />
Shalawat ini dan shalawat sebelumnya berasal dari sumber yang sama yaitu, dari ‘Arif Rabbanî, Sayyid Muhammad Wafâ’ Al-Syadzili r.a., yang saya nukil dari kitab Masâliku al-Hunafâ’.</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="291" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah Shalawat, Salam, dan berkah, kepada orang yang karenanya seluruh alam menjadi mulia; limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammmad yang Engkau tampakkan dengannya petunjuk kebajikan, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menjelaskan bagian terkecil dari Al-Quran, limpahkanlah Shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, pemimpin orang-orang terkemuka dan penyebab keberadaan setiap manusia, dan limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang membangun tiang-tiang syariat bagi alam manusia dan jin, yang menjelaskan perilaku tarekat bagi orang-orang yang bertanya, dan yang merumuskan ilmu-ilmu hakikat bagi orang-orang arif<br />
</em></p>
<p><em>Limpahkanlah ya Allah, shalawat, salam, dan berkah kepadanya dengan shalawat yang sesuai dengan kedu-dukannya yang mulia dan derajatnya yang tinggi. Lim-pahkanlah kesejahteraan yang banyak dan selalu. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menghiasi mah-ligai hati, menampakkan rahasia yang gaib, dan pintu semua yang dipinta. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam kepadanya selama matahari menyinari alam Lim-pahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada orang yang telah mengucapkan kepada kami dengan ban-tuannya, kedermawanan. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang mendekatkan orang-orang jauh diantara kami ke hadirat Rabbaniyah, dan membawa orang-orang yang dekat dari kami ke maqam ilahiah yang tidak berujung. Limpahkanlah ya Allah, sha-lawat kepadanya dengan shalawat yang melapangkan dada, memudahkan urusan, dan menyingkap tabir, serta limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak, sampai Hari Kiamat. Amin.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan </strong><br />
Shalawat di atas adalah yang dipakai oleh Sayyid Mushtafa Al-Bakrî dl saat mengakhiri wirid-nya yang dikenal dengan Wird al-Sikhr.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/012-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="251" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dengan semua shalawat yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Sayyidina Muhammad dengan semua kesejahteraan yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya, Shalawat dan salam semoga selalu (tercurah) menurut keabadian-Mu, sebanyak jumlah yang Engkau ketahui, setimbang dengan apa yang Engkau ketahui, se-penuh apa yang Engkau ketahui, dan sebanyak tinta ka-limat-Mu, serta berlipat-lipat ganda dari itu.<br />
</em></p>
<p><em>Ya Allah, bagi-Mu-lah pujian dan syukur sebanyak itu pula, atas semua itu dan di dalam semua itu; juga kepada ke-luarganya, sahabat-sahabatnya dan saudara-saudaranya.” </em></p>
<p><strong>Penjelasan </strong><br />
Shalawat ini berasal dari Sayyid Murtadhâ Al-Zubaydi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="71" border="0" /><br />
Artinya: <em>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang menjadi pintu yang disaksikan bagi kami di sisi Allah, dan yang menjadi tirai yang tertutup di sisi musuh-musuhnya juga kepada keluarga dan para sahabatnya.” </em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/014-Shalawat4.gif" alt="" width="400" height="330" border="0" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya: <em>“Ya Allah, aku memohon dengan asma-Mu yang agung yang tertulis dari cahaya Wajah-Mu yang Maha-tinggi dan Mahabesar; yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan Nabi-Mu, Muhammad; aku memohon dengan asma-Mu yang agung dan tunggal dengan kesatuan yang manuggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan yang Maha Suci dari setiap sesuatu -dan dengan hak Bismillâhirrahmânirrahîmi, Qul Huwallâhu ahad, Allâhu al-Shamad, lam Yalid walam Yûlad, walam Yakun lahu Kufwân Ahad, semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami, Muhammad, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam hatiku, dan mendorongku agar menghafalkan Al-Quran, memberikan pemahaman bagiku dari ayat-ayatnya, mem-bukakan bagiku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajah-Mu yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkan pula salam sejahtera kepadanya.” </em></p>
<p>Penjelasan:<br />
Shalawat ini dan yang sebelumnya (no.74) adalah berasal dari <em>Al-’Arif Billâh Sayyid Taqiyyuddin Al-Hanbalî.</em></p>
<p>Sumber Cybermq.com<em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/lafadz-lafadz-shalawat-dan-penjelasannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat Pagi Sampai Malam ala Rasulullah SAW</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/sehat-pagi-sampai-malam-ala-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/sehat-pagi-sampai-malam-ala-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 10:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita terjebak dengan pikiran bahwa menjaga kualitas kesehatan itu sulit dan memerlukan biaya besar kan?. Padahal, aslinya sangat simpel dan mudah. Nabi SAW mencontohkan ini dalam kehidupannya dan dapat dengan mudah kita tiru. Jawabannya:” 1. Bangun Shubuh. Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat Fardhu, shalat shubuh berjamaah. &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/01/14/sehat-pagi-sampai-malam-ala-rasulullah-saw/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_V7ddbgRJHkk/SZzcxD8g_AI/AAAAAAAAACM/x8y44OLCWlQ/s320/Muhammad.jpg" alt="" width="320" height="250" />Terkadang kita terjebak dengan pikiran bahwa menjaga kualitas kesehatan itu sulit dan memerlukan biaya besar kan?. Padahal, aslinya sangat simpel dan mudah. Nabi SAW mencontohkan ini dalam kehidupannya dan dapat dengan mudah kita tiru.</p>
<p>Jawabannya:”</p>
<p><strong>1. Bangun Shubuh.</strong></p>
<p>Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat Fardhu, shalat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah antara lain :<br />
* Berlimpah pahala dari Allah.<br />
* Kesegaran udara shubuh yang bagus untuk kesehatan misalnya untuk terapi penyakit TBC.<br />
* Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.<br />
Dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. Bangun Shubuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh darah. Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. menurut para pakar udara, waktu Shubuh sangat baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.</p>
<p><strong><span id="more-185"></span>2. Minum Air Putih dan Madu</strong></p>
<p>Nabi biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang menyukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan sebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.</p>
<p><strong>3. Mengkonsumsi Minyak Zaitun</strong></p>
<p>Saat siang dan menjelang sore, Nabi juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun dan roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. pada musim dingin, makananan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.</p>
<p><strong>4.AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN.</strong></p>
<p>Rasul selalu senantiasa rapi &amp; bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR Muslim)</p>
<p><strong>5.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN.</strong></p>
<p>Sabda Rasul: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) “(Muttafaq Alaih)</p>
<p>Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah (pembelajaran) khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.</p>
<p><strong>6. GEMAR BERJALAN KAKI.</strong></p>
<p>Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.</p>
<p><strong>7. TIDAK PEMARAH. </strong></p>
<p>Nasihat Rasulullah: “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:</p>
<p>* Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.<br />
* Membaca Ta ‘awwudz (a’udzubillahimina asy-syaithonirrajiim), karena marah itu dari Syaithan.<br />
* Segeralah berwudhu.<br />
* Shalat 2 Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan Hati.</p>
<p><strong>8. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA.</strong><br />
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.</p>
<p><strong>9. TAK PERNAH IRI HATI. </strong></p>
<p>Untuk menjaga stabilitas hati &amp; kesehatan jiwa dan mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. Kecuali untuk iri kepada 2 hal:</p>
<p>* Iri kepada orang yang memiliki harta yang melimpah tapi tidak segan untuk menafkahkan hartanya dijalan kebaikan.<br />
* Iri kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas tapi tidak sungkan untuk mengajarkannya kepada orang lain siapa pun tanpa pilih kasih</p>
<p><strong>10. Makan Sayuran di Malam Hari</strong></p>
<p>Konsumsi sayuran di malam hari juga di lakukan Rasulllah SAW. beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Meurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup de el el.</p>
<p>Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya makanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna, caranya juga bisa dengan shalat looh</p>
<p>Sabda Rosul :<br />
Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras (HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a)</p>
<p>Rasulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya. Pernah pula Rosulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a.</p>
<p>Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh. Terbukti apa yang dilakukan Nabi sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.jadi kan tidak ada salahnya kita coba mempraktekkannya.</p>
<p>Semoga beberapa tips kesehatan ala Rasulullah di atas dapat memberi manfaat kepada kita semua untuk hidup sehat tentunya.</p>
<p>Team Sedekah.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/sehat-pagi-sampai-malam-ala-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya dan Bahagia, Tips Agar Hidup Banyak Rezeki dan Penuh Berkah</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/kaya-dan-bahagia-tips-agar-hidup-banyak-rezeki-dan-penuh-berkah/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/kaya-dan-bahagia-tips-agar-hidup-banyak-rezeki-dan-penuh-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 09:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Sedeqah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda sudah puas dengan keadaan hidup saat ini? Apakah keinginan Anda sudah terpenuhi? Apakah anda sudah bisa membahagian semua orang yang pernah berjasa kepada Anda? Apakah anda sudah jadi orang yang istimewa dan diistimewakan seisi rumah Anda, masyarakat sekitar dan orang-orang yang mengenal anda? Jika anda belum puas dan belum mencapai apa yang anda &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2012/01/14/kaya-dan-bahagia-tips-agar-hidup-banyak-rezeki-dan-penuh-berkah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="Kunci" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/188192_105521246197052_7463070_n.jpg" alt="" width="264" height="272" />Apakah Anda sudah puas dengan keadaan hidup saat ini? Apakah keinginan Anda sudah terpenuhi? Apakah anda sudah bisa membahagian semua orang yang pernah berjasa kepada Anda? Apakah anda sudah jadi orang yang istimewa dan diistimewakan seisi rumah Anda, masyarakat sekitar dan orang-orang yang mengenal anda?</p>
<p>Jika anda belum puas dan belum mencapai apa yang anda dambakan. Jika anda siap belajar dari orang sukses. Jika anda terbuka untuk menerima masukan orang lain. Jika anda siap untuk bersabar dan istikomah. Jika anda siap bersinergi dalam kebaikan. Sesungguhnya sudah cukup untuk memulai menerima dan meraih pancarahan cahaya kebaikan dan kebenaran Allah SWT. Maka marilah kita ikuti langkah-langkah sukses berikut ini.</p>
<p><span id="more-180"></span><em></em></p>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahim</em></p>
<p><strong>Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat</strong></p>
<p>Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]</p>
<p>Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40]</p>
<p>Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” [8]</p>
<p>Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16]</p>
<p>Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.</p>
<p><strong> Kedua : Membayar Zakat (Sedekah) </strong></p>
<p>Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.</p>
<p>“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]</p>
<p><strong> Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah</strong></p>
<p>Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” [HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani]</p>
<p>Al-Munawi rahimahullah menyebutkan : “Penyakit ini (yaitu tidak puas dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya, pent) banyak dijumpai pada pemuja dunia. Hingga engkau temui salah seorang dari mereka meremehkan rizki yang telah dikaruniakan untuknya ; merasa hartanya sedikit, buruk, serta terpana dengan rizki orang lain dan menganggapnya lebih bagus dan banyak. Oleh karena itu, ia akan senantiasa membanting tulang untuk menambah hartanya , sampai umurnya habis, kekuatannya sirna ; dan ia pun menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang digapainya dan rasa letih. Dengan itu, ia telah menyiksa tubuhnya, menghitamkan lembaran amalannya dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan. Padahal, ia tidak akan memperoleh selain apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya, ia meninggal dunia dalam keadaan pailit. Dia tidak mensyukuri yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak berhasil menggapai apa yang ia inginkan” [9]</p>
<p>Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga kehormatan agama dan diri dalam setiap usaha yang ditempuhnya guna mencari rizki. Sehingga, seorang muslim tidak akan menempuh, melainkan jalan-jalan yang telah dihalalkan dan dengan telah menjaga kehormatan dirinya.</p>
<p><strong> Keempat : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa</strong></p>
<p>Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.</p>
<p>“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” [Hud : 52]</p>
<p>Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad –berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan. [10]</p>
<p><strong> Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi</strong></p>
<p>Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” [Muttafaqun ‘alaih]</p>
<p>Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. [11]</p>
<p><strong> Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal. </strong></p>
<p>Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]</p>
<p>Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.</p>
<p>“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]</p>
<p>Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa Dia akan memusnahkan riba. Maksudnya, bisa saja memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya, atau menghalangi pemiliknya dari keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian, pemilik riba tidak mendapatkan manfaat dari harta ribanya. Bahkan dengan harta tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya dalam kehidupan dunia, dan kelak di hari akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya akibat harta tersebut” [12]</p>
<p>Bila mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek riba, niscaya kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah, hingga tak terhitung jumlahnya, akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang merasakan keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.</p>
<p>Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.</p>
<p>“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]</p>
<p><strong> Ketujuh : Bekerja Saat Waktu Pagi. </strong></p>
<p>Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.</p>
<p>Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.</p>
<p>“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]</p>
<p>Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.</p>
<p>Sebagai penerapan langsung dari doa ini, bila mengutus pasukan perang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya di pagi hari, sehingga pasukan diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.</p>
<p>Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.</p>
<p>Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah sebagai contoh</p>
<p>Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya. Tak lupa, bila pemaparan diatas ada kesalahan, maka hal itu datang dari saya dan dari setan, sehingga saya beristighfar kepada Allah. Dan bila ada kebenaran, maka itu semua atas taufik dan inayah-Nya</p>
<p>Sumber : www.sedekah.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2012/01/14/kaya-dan-bahagia-tips-agar-hidup-banyak-rezeki-dan-penuh-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syariah Education : Bank Syariah VS Bank Konvensional</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/syariah-education-bank-syariah-vs-bank-konvensional/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/syariah-education-bank-syariah-vs-bank-konvensional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 08:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Islam sebagai agama merupakan konsep yang mengatur kehidupan manusia secara komprehensif dan universal baik dalam hubungan dengan Sang Pencipta (HabluminAllah) maupun dalam hubungan sesama manusia (Hablumminannas). Ada tiga pilar pokok dalam ajaran Islam yaitu : Aqidah : komponen ajaran Islam yang mengatur tentang keyakinan atas keberadaan dan kekuasaan Allah sehingga harus menjadi keimanan seorang muslim &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2011/12/29/syariah-education-bank-syariah-vs-bank-konvensional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://sutarmo.web.id/wp-content/uploads/2011/12/baknsyariah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-177" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="baknsyariah" src="http://sutarmo.web.id/wp-content/uploads/2011/12/baknsyariah-296x300.jpg" alt="" width="296" height="300" /></a>Islam sebagai agama merupakan konsep yang mengatur kehidupan manusia secara komprehensif dan universal baik dalam hubungan dengan Sang Pencipta (<em>HabluminAllah</em>) maupun dalam hubungan sesama manusia (<em>Hablumminannas</em>). Ada tiga pilar pokok dalam ajaran Islam yaitu :</p>
<p><strong>Aqidah :</strong> komponen ajaran Islam yang mengatur tentang keyakinan atas keberadaan dan kekuasaan Allah sehingga harus menjadi keimanan seorang muslim manakala melakukan berbagai aktivitas dimuka bumi semata-mata untuk mendapatkan keridlaan Allah sebagai khalifah yang mendapat amanah dari Allah.</p>
<p><strong>Syariah :</strong> komponen ajaran Islam yang mengatur tentang kehidupan seorang muslim baik dalam bidang ibadah (<em>habluminAllah</em>) maupun dalam bidang muamalah (<em>hablumminannas</em>) yang merupakan aktualisasi dari akidah yang menjadi keyakinannya. Sedangkan muamalah sendiri meliputi berbagai bidang kehidupan antara lain yang menyangkut ekonomi atau harta dan perniagaan disebut <em>muamalah maliyah</em>.</p>
<p><strong>Akhlaq :</strong> landasan perilaku dan kepribadian yang akan mencirikan dirinya sebagai seorang muslim yang taat berdasarkan syariah dan aqidah yang menjadi pedoman hidupnya sehingga disebut memiliki akhlaqul karimah sebagaimana hadis nabi yang menyatakan &#8220;Tdaklah sekiranya Aku diutus kecuali untuk menjadikan akhlaqul karimah&#8221;</p>
<p><span id="more-176"></span>Tuntunan Islam yang mengatur tentang kehidupan ekonomi antara lain :</p>
<ol>
<li>Islam menempatkan fungsi uang semata-mata sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditi, sehingga tidak layak untuk diperdagangkan apalagi mengandung unsur ketidakpastian atau spekulasi (gharar) sehingga yang ada adalah bukan harga uang apalagi dikaitkan dengan berlalunya waktu tetapi nilai uang untuk menukar dengan barang.</li>
<li>Dalam Islam, Riba dalam segala bentuknya dilarang. Bahkan larangan riba juga terdapat dalam ajaran Samawi lainnya (Yahudi dan Kristen) yang pada intinya menghendaki pemberian pinjaman pada orang lain tanpa meminta bunga sebagai imbalan.</li>
<li>Tidak memperkenankan berbagai bentuk kegiatan yang mengandung unsure spekulasi dan perjudian termasuk didalamnya aktivitas ekonomi yang diyakini akan mendatangkan kerugian bagi masyarakat.</li>
<li>Harta harus berputar (diniagakan) sehingga tidak boleh hanya berpusat pada segelintir orang</li>
<li>Bekerja dan atau mencari nafkah adalah ibadah dan wajib dlakukan sehingga tidak seorangpun tanpa bekerja dapat memperoleh keuntungan atau manfaat.</li>
<li>Dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam kegiatan ekonomi harus dilakukan secara transparan dan adil atas dasar suka sama suka tanpa paksaan dari pihak manapun.</li>
<li>Adanya kewajiban untuk melakukan pencatatan atas setiap transaksi khususnya yang tidak bersifat tunai dan adanya saksi yang bisa dipercaya (simetri dengan profesi akuntansi dan notaris).</li>
<li>Zakat sebagai instrumen untuk pemenuhan kewajiban penyisihan harta yang merupakan hak orang lain yang memenuhi syarat untuk menerima, demikian juga anjuran yang kuat untuk mengeluarkan infaq dan shodaqah sebagai manifestasi dari pentingnya pemerataan kekayaan dan memerangi kemiskinan.</li>
</ol>
<p>Perbankan Syariah atau Perbankan Islam merupakan suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Prinsip syariah ini mengatur perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.</p>
<p><strong>Perbedaan Bank Syariah VS Bank Konvensional</strong></p>
<p>Sepintas bila dilihat secara teknis, menabung di bank syariah dengan yang belaku di bank konvensional hampir tidak ada perbedaan. Hal ini karena, baik di bank syariah maupun bank konvensional diharuskan mengikuti aturan teknis perbankan secara umum. Akan tetapi bila diamati lebih dalam, terdapat beberapa perbedaan mendasar di antara keduanya.</p>
<p><strong>Perbedaan pertama terletak pada akadnya.</strong> Pada bank syariah, semua transaksi harus berdasarkan akad yang dibenarkan oleh syariah. Dengan demikian, semua transaksi itu harus mengikuti kaidah dan aturan yang berlaku pada akad-akad muamalah syariah. Pada bank konvensional, transaksi pembukaan rekening, baik giro, tabungan maupun deposito, berdasarkan perjanjian titipan, namun prinsip titipan ini tidak sesuai dengan aturan syariah, misalnya wadi’ah, karena dalam produk giro, tabungan maupun deposito, menjanjikan imbalan dengan tingkat bunga tetap terhadap uang yang disetor.</p>
<p><strong>Perbedaan kedua terdapat pada imbalan yang diberikan.</strong> Bank konvensional menggunakan konsep biaya (<em>cost concept</em>) untuk menghitung keuntungan. Artinya, bunga yang dijanjikan di muka kepada nasabah penabung merupakan ongkos atau biaya yang harus dibayar oleh bank. Oleh karena itu bank harus “menjual” kepada nasabah lain (peminjam) dengan biaya bunga yang lebih tinggi. Perbedaan antara keduanya disebut <em>spread</em> yang menandakan apakah perusahaan tersebut untung atau rugi. Bila <em>spread</em>-nya positif, di mana beban bunga yang dibebankan kepada peminjam lebih tinggi dari bunga yang diberikan kepada penabung, maka dapat dikatakan bahwa bank mendapatkan keuntungan. Sebaliknya juga benar.</p>
<p>Sedangkan bank syariah menggunakan pendekatan <em>profit sharing</em>, artinya dana yang diterima bank disalurkan kepada pembiayaan. Keuntungan yang didapat dari pembiayaan tersebut dibagi dua, untuk bank dan untuk nasabah, berdasarkan perjanjian pembagian keuntungan di muka.</p>
<p><strong>Perbedaan ketiga adalah sasaran kredit/pembiayaan.</strong> Para penabung di bank konvensional tidak sadar uang yang ditabung dipinjamkan untuk berbagai bisnis, tanpa memandang halal-haram bisnis tersebut.</p>
<p>Sedangkan di bank syariah, penyaluran dan simpanan dari masyarakat dibatasi oleh prinsip dasar, yaitu prinsip syariah Artinya bahwa pemberian pinjaman tidak boleh ke bisnis yang haram seperti, perjudian, minuman yang diharamkan, pornografi dan bisnis lain yang tidak sesuai dengan syariah.</p>
<p>Sumber : http://www.brisyariah.co.id/?q=syariah-education</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/syariah-education-bank-syariah-vs-bank-konvensional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan Muda, Cantik dan Kaya itu Bernama Merry Riana</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/perempuan-muda-cantik-dan-kaya-itu-bernama-merry-riana/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/perempuan-muda-cantik-dan-kaya-itu-bernama-merry-riana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 06:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreanur]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kisah motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Malam terasa begitu megah. Ribuan pendaran cahaya tampak begitu gemerlap menerangi langit. Di salah satu sudut bangunan tertinggi di Orchard Road, Singapore, tampak berdiri perempuan muda nan cantik asal Jakarta bernama Merry Riana. Sambil menyaksikan pemandangan malam hari yang begitu indah, pandangannya menerawang jauh. Air matanya terlihat mulai menetes. Malam itu, di usianya yang baru &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2011/12/29/perempuan-muda-cantik-dan-kaya-itu-bernama-merry-riana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://strategimanajemen.net/apps23/wp-content/uploads/2011/12/mimpi-sejuta-dolar-re.jpg"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" src="http://strategimanajemen.net/apps23/wp-content/uploads/2011/12/mimpi-sejuta-dolar-re.jpg" alt="" width="171" height="240" /></a>Malam terasa begitu megah. Ribuan pendaran cahaya tampak begitu gemerlap menerangi langit. Di salah satu sudut bangunan tertinggi di Orchard Road, Singapore, tampak berdiri perempuan muda nan cantik asal Jakarta bernama Merry Riana.</p>
<p>Sambil menyaksikan pemandangan malam hari yang begitu indah, pandangannya menerawang jauh. Air matanya terlihat mulai menetes. Malam itu, di usianya yang baru menginjak 26 tahun, ia telah berhasil merengkuh impiannya menembus financial freedom : <strong>di-usia yang sangat muda itu, ia telah berhasil memperoleh penghasilan 1 juta dollar</strong>. Media terkemuka di Singapore menobatkannya sebagai the young female millionaire.</p>
<p>Padahal, beberapa tahun sebelumnya, perempuan yang besar di Pulomas, Jakarta itu harus setiap hari sarapan indomie rebus lantaran kekurangan biaya kuliah. Padahal beberapa tahun sebelumnya, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan di hotel dan penjaga toko bunga untuk membiayai hidupnya.</p>
<p>Kisah tentang Merry Riana adalah kisah tentang impian besar, tentang keteguhan hati, dan tentang doa sepanjang hari yang terus dilantunkan.</p>
<p><span id="more-168"></span>Kisahnya berawal dari tragedi kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Karena pertimbangan keamanan, Riana yang lulus dari SMA Santa Ursula, Jakarta diminta orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Nanyang Singapore Technology. Karena kurangnya biaya, ia terpaksa meminjam dana pendidikan dari bank di Singapore (pinjaman ini harus dikembalikan setelah lulus, bekerja dan memperoleh penghasilan).</p>
<p>Dari kisah biografisnya yang begitu menyentuh (judulnya <strong>Mimpi Sejuta Dollar</strong>, sebuah buku yang wajib dibaca terutama oleh para anak muda usia 20-an tahun), kita bisa memetik tiga pelajaran penting tentang keteguhan hati seorang Merry Riana.</p>
<p><strong>Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil</strong></p>
<p><strong>Pelajaran pertama</strong> yang mungkin bisa kita petik adalah ini : Keberanian untuk memiliki <strong>BIG DREAM</strong>. Ia melakoni kuliah di Singapore dengan biaya yang amat terbatas. Acapkali ia hanya makan dua kali sehari (itupun hanya semangkuk mi rebus di pagi hari dan dua lembar roti di siang hari) lantaran minimnya dana. Ia sungguh ingin melewati masa kelam ini dengan sebuah impian besar : mencapai kebebasan finasial sebelum usia 30 tahun.</p>
<p>Dan dari pengamatannya, ia tahu impiannya itu rasanya akan sulit diraih jika ia memilih menjadi karyawan. Itulah kenapa sejak tingkat akhir, ia sudah bertekad untuk membangun usaha sendiri.</p>
<p>Ia kuliah di jurusan Teknik dan lulus dengan predikat terbaik kedua. Dengan bekal ini ia relatif mudah melamar pekerjaan. Namun begitulah, ketika lulus dan semua teman-temannya sibuk membincangkan akan melamar ke perusahaan apa, ia malah berpikir keras untuk segera memulai usaha sendiri.</p>
<p>Lantaran kurangnya modal, ia akhirnya merintis usaha di bidang penjualan produk-produk keuangan (berjualan produk asuransi, deposito, reksadana, dll). Mayoritas teman-teman kuliahnya heran dengan pilihan yang aneh ini. But the show must go on.</p>
<p><strong>Pelajaran kedua :</strong> Mimpi yang indah hanya akan berhasil jika ia segera disertai dengan<strong> TINDAKAN NYATA</strong> yang begitu keras, gigih dan tanpa mengenal batas. Dan perjuangan jeng Riana ini rasanya begitu menguras energi, emosi dan teramat melelahkan.</p>
<p>Agar mampu menjual produk keuangan yang ia pasarkan, ia bekerja 14 jam sehari, 7 hari seminggu, terus bergerak menelusuri setiap sudut kota Singapore. Ribuan kali ditolak, ribuan kali bangkit. Ratusan kali gagal, lalu terus mencari strategi baru yang lebih smart agar berhasil.</p>
<p>Dan perjuangan itu kadang begitu getir. Di sebuah dinihari yang senyap, ia tergolek tak berdaya di salah satu sudut peron stasiun KA. Letih, dan keputus-asaan membayangi wajahnya. Ia hanya bisa menangis lirih. Toh esok lusa, ia segera bergegas lagi. Terus bergerak lagi. Terus berjuang lagi. Kesulitan, ia bilang, akan terasa mudah jika kita terus tegar menghadapinya hingga tuntas.</p>
<p><strong>Pelajaran terakhir yang bisa kita petik adalah</strong> : <strong>the POWER of PRAY</strong>. Merry Riana dibesarkan dalam keluarga yang sangat religius. Sejak kecil ia juga dilimpahi dengan doa-doa yang terus mengalir dari bunda tersayangnya. Dalam relung batinnya yang terdalam, ia selalu yakin Sang Pencipta akan selalu bersama dengan langkah-langkahnya.</p>
<p>Dalam setiap lekuk kesulitan yang acap ia temui, ia selalu ingat dengan cacatan kecil yang diberikan sang bunda saat melepas kepergiannya ke Singapore : <strong>Raihlah tujuanmu selangkah demi selangkah</strong>. Dan libatkan selalu Yang Maha Kuasa dalam setiap jejak hidupmu.</p>
<p><strong>Selamat Bekerja, teman</strong>. Semoga langkah kehidupan kita juga selalu berada dalam bimbingan-NYA.</p>
<p>Sumber : http://strategimanajemen.net/2011/12/05/wanita-muda-cantik-dan-kaya-itu-bernama-merry-riana/</p>
<p>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~</p>
<p><strong>&#8220;Semoga kisah diatas bisa menginspirasi kita semua. Pantang Mundur, Jangan Menyerah dan Tak ada kata-kata TERLAMBAT. Mulai dari sekarang.&#8221;</strong></p>
<p>Untuk memulainya silahkan Anda Pilih Model Bisnis yang menurut Anda cocok :</p>
<p><strong>1. Berbisnis Tiket On Line.</strong> Klik Link Edukasi dan Pendaftaran di</p>
<p><a title="Agent Tiket Online" href="http://www.birotiket.com/?id=agentiketku" target="_blank">http://www.birotiket.com/?id=agentiketku</a></p>
<p><strong>2. Berbisnis Pembayaran Online.</strong> Klik Link Edukasi dan Pendaftaran di</p>
<p><a title="SkyPay Pembayaran Online" href="http://skynet.web.id/product/skypay" target="_blank">http://skynet.web.id/product/skypay</a></p>
<p>Salam Sukses untuk Kita Semua.</p>
<p><strong>&#8220;Raihlah tujuanmu selangkah demi selangkah.&#8221;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/perempuan-muda-cantik-dan-kaya-itu-bernama-merry-riana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbisnis Online yang Sesuai Syariah Bisnis Islami</title>
		<link>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/berbisnis-online-yang-sesuai-syariah-bisnis-islami/</link>
		<comments>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/berbisnis-online-yang-sesuai-syariah-bisnis-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 06:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreanur]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[usaha mandiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutarmo.web.id/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pun telah menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (al-hadits). Artinya, melalui jalan perdagangan inilah, pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka sehingga karunia Allah terpancar daripadanya. Jual beli merupakan sesuatu yang diperbolehkan (QS 2 : 275), dengan catatan selama &#8230; <a class="read-excerpt" href="http://sutarmo.web.id/2011/12/29/berbisnis-online-yang-sesuai-syariah-bisnis-islami/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin-top: 3px; margin-bottom: 3px;" title="Bisnis" src="http://jpmi.or.id/files/2011/10/bisnis-online.jpg" alt="" width="300" height="225" />Berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pun telah menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (al-hadits). Artinya, melalui jalan perdagangan inilah, pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka sehingga karunia Allah terpancar daripadanya. Jual beli merupakan sesuatu yang diperbolehkan (QS 2 : 275), dengan catatan selama dilakukan dengan benar sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.</p>
<p>Dalil di atas dimaksudkan untuk transaksi <em>offline</em>. Sekarang bagaimana dengan transaksi <em>online</em> di akhirzaman ini? Kalau kita bicara tentang bisnis <em>online</em>, banyak sekali macam dan jenisnya. Namun demikian secara garis besar bisa di artikan sebagai jual beli barang dan jasa melalui media elektronik, khususnya melalui internet atau secara <em>online</em>.</p>
<p><span id="more-166"></span>Salah satu contoh adalah penjualan produk secara <em>online</em> melalui internet seperti yang dilakukan Amazon.com, Clickbank.com, Kutubuku.com, Kompas Cyber Media, dan lain-lain. Dalam bisnis ini, dukungan dan pelayanan terhadap konsumen menggunakan website, e-mail sebagai alat bantu, mengirimkan kontrak melalui mail dan sebagainya.</p>
<p>Mungkin ada definisi lain untuk bisnis <em>online</em>, ada istilah e-commerce. Tetapi yang pasti, setiap kali orang berbicara tentang e-commerce, mereka memahaminya sebagai bisnis yang berhubungan dengan internet.</p>
<p>Dari definisi diatas, bisa diketahui karakteristik bisnis <em>online</em>, yaitu: 1) Terjadinya transaksi antara dua belah pihak; 2) Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; 3) Internet merupakan media utama dalam proses atau mekanisme akad tersebut.</p>
<p>Dari karakteristik di atas, bisa di lihat bahwa yang membedakan bisnis <em>online</em> dengan bisnis <em>offline</em> yaitu proses transaksi (akad) dan media utama dalam proses tersebut. Akad merupakan unsur penting dalam suatu bisnis. Secara umum, bisnis dalam Islam menjelaskan adanya transaksi yang bersifat fisik, dengan menghadirkan benda tersebut ketika transaksi, atau tanpa menghadirkan benda yang dipesan, tetapi dengan ketentuan harus dinyatakan sifat benda secara konkret, baik diserahkan langsung atau diserahkan kemudian sampai batas waktu tertentu, seperti dalam transaksi as-salam dan transaksi al-istishna. Transaksi as-salam merupakan bentuk transaksi dengan sistem pembayaran secara tunai atau disegerakan tetapi penyerahan barang ditangguhkan. Sedang transaksi al-istishna merupakan bentuk transaksi dengan sistem pembayaran secara disegerakan atau secara ditangguhkan sesuai kesepakatan dan penyerahan barang yang ditangguhkan.</p>
<p>Ada dua jenis komoditi yang dijadikan objek transaksi <em>online</em>, yaitu barang atau jasa non digital dan digital. Transaksi <em>online</em> untuk komoditi non digital, pada dasarnya tidak memiliki perbedaan dengan transaksi as-salam dan barangnya harus sesuai dengan apa yang telah disifati ketika bertransaksi. Sedangkan komoditi digital seperti ebook, software, script, data, dll yang masih dalam bentuk file (bukan CD) diserahkan secara langsung kepada konsumen, baik melalui email ataupun download. Hal ini tidak sama dengan transaksi as-salam tapi seperti transaksi jual beli biasa.</p>
<p>Transaksi <em>online</em> dibolehkan menurut Islam berdasarkan prinsip-prinsip yang ada dalam perdagangan menurut Islam, khususnya dianalogikan dengan prinsip transaksi as-salam, kecuali pada barang atau jasa yang tidak boleh untuk diperdagangkan sesuai syariat Islam.</p>
<p>Bisnis <em>online</em> sama seperti bisnis <em>offline</em>. Ada yang halal ada yang haram, ada yang legal ada yang ilegal. Hukum dasar bisnis <em>online</em> sama seperti akad jual beli dan akad as-salam, ini diperbolehkan dalam Islam. Adapun keharaman bisnis <em>online</em> karena beberapa sebab:</p>
<ol>
<li>Sistemnya haram, seperti money gambling. Judi itu haram baik di darat maupun di udara (<em>online</em>)</li>
<li>Barang atau jasa yang menjadi objek transaksi adalah barang yang diharamkan, seperti narkoba, video porno, <em>online</em> sex, pelanggaran hak cipta, situs-situs yang bisa membawa pengunjung ke dalam perzinaan.</li>
<li>Karena melanggar perjanjian (TOS) atau mengandung unsur penipuan.</li>
<li>Dan lainnya yang tidak membawa kemanfaatan tapi justru mengakibatkan kemudharatan.</li>
</ol>
<p>Ketika kita terjun ke bisnis <em>online</em>, banyak sekali godaan dan tantangan bagaimana kita harus berbisnis sesuai dengan koridor Islam. Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati. Jangan karena ingin mendapat dolar yang banyak lalu menghalalkan segala macam cara. Selama kita berbisnis <em>online</em> sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan bermanfaat bagi orang lain, insya Alloh uang yang didapat akan berkah.</p>
<p>Sebagaima telah disebutkan di atas, hukum asal mu’amalah adalah al-ibaahah (boleh) selama tidak ada dalil yang melarangnya. Namun demikian, bukan berarti tidak ada rambu-rambu yang mengaturnya. Sebagai pijakan dalam berbisnis <em>online</em>, kita harus memperhatikan hal-hal di bawah ini:</p>
<p>Transaksi <em>online</em> diperbolehkan menurut Islam selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezhaliman, penipuan, kecurangan dan yang sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual belinya.</p>
<p>Rukun-rukun jual beli:</p>
<ol>
<li>Ada penjual.</li>
<li>Ada pembeli.</li>
<li>Ijab Kabul.</li>
<li>Barang yang diakadkan.</li>
</ol>
<p>Syarat-syarat sah jual beli itu adalah:</p>
<ol>
<li>Syarat-syarat pelaku akad: bagi pelaku akad disyaratkan, berakal dan memiliki kemampuan memilih. Jadi orang gila, orang mabuk, dan anak kecil (yang belum bisa membedakan) tidak bisa dinyatakan sah.</li>
<li>Syarat-syarat barang yang diakadkan:</li>
</ol>
<ul>
<li>Suci (halal dan baik).</li>
<li>Bermafaat.</li>
<li>Milik orang yang melakukan akad.</li>
<li>Mampu diserahkan oleh pelaku akad.</li>
<li>Mengetahui status barang (kualitas, kuantitas, jenis dan lain-lain)</li>
<li>Barang tersebut dapat diterima oleh pihak yang melakukan akad.</li>
</ul>
<p>Hal yang perlu juga diperhatikan oleh konsumen dalam bertransaksi adalah memastikan bahwa barang/jasa yang akan dibelinya sesuai dengan yang disifatkan oleh si penjual sehingga tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://bisnissubkhi.blogspot.com/2010/03/dalam-hukum-islam-dalam-bisnis-online.html" target="_blank">bisnissubkhi.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutarmo.web.id/2011/12/29/berbisnis-online-yang-sesuai-syariah-bisnis-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

